Solidaritas Wartawan Untuk Udin Launching Logo di DPRD DIY

DSC_0114 (213x320)Sudah 17 tahun berjalan, pengusutan kasus kematian wartawan Udin oleh Kepolisian DIY belum membuahkan hasil. Padahal, kasus tersebut akan kadaluarsa setelah 18 tahun yakni tepatnya tahun 2014 mendatang. Kondisi tersebut mengundang keprihatinan sekitar 50-an jurnalis Yogyakarta yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan untuk Udin, saat melakukan aksi solidaritas di halaman Gedung DPRD di Jalan Malioboro, Rabu (13/8) pagi. “Hari ini tepat 17 tahun  yang lalu udin dianiaya dan meninggal 3 hari setelahnya. Ini akibat pemberitaan beliau yang melawan arus pada saat itu. Harusnya polisi malu tidak bisa membongkar selama 17 tahun ditengah – tengah prestasi kepolisian yang dicapai,” ujar Redaktur Senior Arie Giyarto  yang juga rekan Udin tersebut menilai kasus pembunuhan Udin bukanlah kasus luar biasa karena pembunuhannya menewaskan satu orang saja. “Kasus besar saja bisa diungkap dengan jangka waktu yang singkat. Masak pembunuh Udin tidak bisa,” kritiknya.

Dalam aksi tersebut tampak hadir mantan anggota TPF kasus Udin Putut Wiryawan yang sekarang menjabat Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY. Juga ada anggota Komisi A Arief Noor Hartanto. Putut mengatakan, kasus tersebut bukan semata soal Udin saja namun menjadi symbol kemerdekaan pers dalam mewartakan kebenaran. “Semangat demokrasi itu harus dijaga. Kalau polisi tidak sanggup membongkarnya, tolong katakan tidak tetapi kalau masih sanggup segera tuntaskan jangan samapai kadaluarsa,” pinta mantan wartawan Bernas tersebut. Menandai aksi solidaritas tersebut, diluncurkan pula logo gerakan solidaritas untuk Udin di depan Gedung DPRD DIY. Aksi selanjutnya pada hari Rabu (14/08) memberikan sejumlah bukti ke sejumlah lembaga negara. Lalu, Senin (19/08) aka nada longmarch dari DPRD DIY hingga Titik Nol Kilometer Jogja. Dalam aksi itu akan disampaikan kegagalan 17 publik figur yang dianggap tidak berhasil mengungkap kasus Udin. Launching logo diharapkan bisa dipakai di media social seperti twitter, facebokk dan foto profil di Blackberry. (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*