Lagi, Ratusan Mahasiswa FISIPOL UGM Belajar di DPRD DIY

DSC_1372 (280x186)Perjalanan dinas anggota dewan tidak harus selalu dimaknai negatif. “Apabila anggota DPRD melakukan kunjungan kerja harus dimaknai lebih mendalam dan bijak,” ujar Arif Noor Hartanto di depan ratusan mahasiswa FISIPOL UGM, Kamis ( 19/12). Anggota Komisi A DPRD DIY tersebut menjelaskan bahwa perjalanan dinas yang dimaksud sesuai kebutuhan permasalahan/ materi yang sedang dibahas DPRD DIY. “Semua ada pertanggung jawabannya baik dari dana yang dikeluarkan, tempat tujuan dan target yang harus dicapai,” tambahnya. Selain kunjungan kerja, DPRD DIY dalam mencari masukan selalu mengadakan public hearing agar masyarakat luas dapat secara langsung memberi saran, kritikan terhadap raperda / kebijakan yang sedang dibahas DPRD DIY. Pada ksempatan public hearing tersebut pemangku kepentingan yang terkait wajib diundang. Yoeke Indra Agung laksana, Ketua DPRD DIY menambahkan aspirasi yang masuk lewat demonstrasi tetap ditampung walau terkait dengan kebijakan pusat sekalipun. “Kita membuat suatu metode agar aspirasi dari demonstrasi yang masuk kita buat sebagai audiensi. Setelah itu kita buat risalah rapat dengan lampiran Surat Keterangan dari DPRD DIY yang menjelaskan pada hari tersebut DPRD DIY menerima aspirasi masyarakat melalui audiensi. Selanjutnya kami kirim ke Pusat apabila isu tersebut terkait dengan kebijakan pusat. Apabila terkait denagn isu kedaerahan (DIY) maka akan kami agendakan audiensi bersama dengan eksekutif atau pihat terkait,” tambah Yoeke. Mada, dosen Tata Negara yang turut mendampingi mengaku puas terhadap keterbukaan DPRD DIY dalam memberi kesempatan mahasiswa belajar ketata negaraan langsung di DPRD DIY. “Untuk kesekian kali kami belajar secara langsung di gedung Legislatif dan bersama para Anggota DPRD DIY. (hms.ed)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*