Strategi Kerja Pimpinan Sementara

DSC_0876Dialog interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV pada Senin (15/09) membahas tentang strategi pimpinan sementara DPRD DIY berkaitan dengan penyusunan kinerja DPRD. Dalam acara ini, pimpinan sementara DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana, SE dan Arif Noor Hartanto, SIP selaku pimpinan sementara DPRD DIY bertindak sebagai narasumber.

Pembuatan matriks kegiatan sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran seluruh rancangan kegiatan anggota DPRD DIY, mulai dari pembentukan pansus tata tertib, pembentukan kode etik, serta pembentukan alat kelengkapan DPRD DIY yang sampai saat ini masih dalam proses.

Berbicara tentang perdais yang sebelumnya telah dibahas oleh anggota DPRD Periode ¬†yang lalu, mengalami kendala karena mepetnya waktu pembahasan dengan masa berakhirnya jabatan anggota DPRD. “Hal ini tidak menjadi masalah besar, karena perdais masih bisa dilakukan pembahasan sampai kapanpun karena perdais merupakan turunan dari Undang-Undang Keistimewaan yang berlaku selamanya sehingga harus digunakan sebaik-baiknya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari”, ungkap Pimpinan DPRD DIY dari Fraksi PDIP.

Anggota DPRD DIY masa jabatan periode 2014-2019 akan melanjutkan pembahasan perdais. Salah satu pemirsa yang menghubungi melalui telepon mengkhawatirkan adanya anggota DPRD baru yang tidak berpengalaman dalam melakukan pembahasan perda-perda khususnya perdais yang sangat krusial. Menanggapi hal itu, Arif Noor Hartanto menjamin jika setiap calon anggota legislastif terlebih dahulu diberi pembekalan oleh masing-masing partai pengusung sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang hal tersebut. “Dilihat dari curriculum vitae-nya pun Anggota DPRD DIY merupakan orang-orang yang profesional dan berpengalaman”, tambah Yoeke. DPRD DIY membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif memberikan masukan-masukan membangun terkait dengan penyusunan perdais. (hms.efm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*