Menerima Kunjungan Mahasiswa University of Sydney

students of Sydney Law School – The University of Sydney visit DPRD DIYJogja, dprd-diy.go.id –  Selasa, (19/07) DPRD DIY kedatangan tamu dari negeri seberang Australia yang terkenal hewan khasnya Kangguru. Dengan didampingi oleh dosennya, para mahasiswa dan mahasiswi Sydney Law School – The University of Sydney bersama dengan civitas UGM bertemu langsung dengan Pimpinan DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana. Ikut hadir dalam kesempatan tersebut Anton Prabu S dari Komisi C DPRD DIY.

Simon Butt selaku dosen bukan kali pertama  melaksanakan kunjungan seperti ini. Kunjungan ini menjadi penting dalam rangka untuk memberikan pengetahuan terkait dengan hukum dan tata pemerintahan di Indonesia terkhusus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Demikian disampaikan oleh Simon Butt yang juga merupakan  Associate Direktur Pusat Hukum Asia dan Pasifik di Universitas Sydney.

Dalam kesempatan tersebut, Yoeke Indra Agung Laksana memberikan penjelasan mengenai profil Pemerintahan Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fungsi-Fungsi DPRD DIY terutama terkait dengan status keistimewaan yang dimiliki DIY, yang tidak dimiliki oleh wilayah-wilayah lain. Selain itu, Yoeke juga menyampaikan kondisi perekonomian di DIY yang masih belum optimal dan bagaimana strategi yang dilakukan selama ini untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat bagi warga DIY.  Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa dalam kesempatan dialognya antara lain terkait dengan keistimewaan DIY, tata ruang di DIY dan strategi apa yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

students of Sydney Law School – The University of Sydney visit DPRD DIY (2)Menanggapi pertanyaan yang disampaikan tersebut, Yoeke menjelaskan beberapa kewenangan yang meliputi Tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur, Kelembagaan Pemerintah Daerah, Kebudayaan, Pertanahan dan Tata ruang jawab. Selain itu DPRD DIY mempunyai kewenangan membuat Peraturan Daerah istimewa.

Sedangkan terkait dengan tata ruang telah dijelaskan baik oleh Yoeke maupun Anton yaitu bahwa penataan ruang di DIY ini kental dengan filosofi yang pada intinya terkait dengan hubungan manusia dengan pencipta dan hubungan manusia dengan alam.

“Dari Pantai Selatan, Kraton, Tugu dan Gunung Merapi ada garis imajiner yang satu dengan lain saling berhubungan”, jelas Yoeke.

Anton Prabu S menambahkan hal menjadi istimewa adalah pemimpin daerah Propinsi hanya DIY yang dipimpin oleh Raja atau Sultan di Indonesia. Pemimpin daerah yang di tetapkan tidak melalui pemilihan hal ini sudah dilindungi oleh hukum.

Diakhir mahasiswa yang terdiri 23 orang menutup pertemuan dengan foto bersama. (z)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*