Swadaya Rakyat Cilik Minta Perlindungan ke Dewan

Swadaya Rakyat Cilik ( SRC) Toko Kelontong se-DIY mendatangi gedung DPRD DIY untuk beraudiensi. Keinginan tersebut diterima dan disambut senang oleh Nur Sasmito fraksi PKS. Senin (25/01/2016) di ruang komisi B, SRC mengemukakan aspirasinya terkait keberadaan toko jejaring di DIY.

Pimpinan Paguyupan SRC, Giri Kusnanta menyampaikan kehawatiran SRC terhadap toko berjejaring yang dimunculkan oleh para investor. Munculnya toko berjejaring dirasakan SRC sebagai ancaman. “Toko-toko kelontong di DIY terancam gulung tikar, karena tidak adanya Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur pendirian toko jejaring di samping toko kelontong.” Ungkap Giri Kusnanto.

Selain, belum adanya Perda yang mengatur hal tersebut, SRC juga merasa kurang mendapatkan perhatian secara maksimal oleh Dinas Perindustrian. “Nasib toko kelontong sangat anjlok ketika di sampingnya terdapat toko jejaring yang buka 24 jam.” Tambahnya.

Sampai saat ini, Giri Kusnanto menuturkan terdapat 8 toko kelontong yang tutup dari paguyuban.

Menanggapi hal tersebut, Nur Sasmito akan mendiskusikan dengan teman-teman di komisi B sekaligus membahasnya dengan Dinas-Dinas terkait. “Harus ada langkah alternatif seperti pengaturan jarak antara toko jejaring dan toko kelontong.” Ungkapnya. Ia berharap para pedagang yang terkumpul dalam SRC tetap berjuang dan menyuarakan aspirasinya tentang nasib yang dialaminya. Selain itu, Nur Sasmito berharap media turut membantu menginformasikan permasalahan ini, sehingga akan lebih banyak masyarakat dan pemerintah yang paham. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*