Teknologi E-KTP dan Pemanfaatannya Bagi Mayarakat

dsc_0310Jogja, dprd-diy.go.id- Selasa, (27/8/16) Tekhnologi e-KTP saat ini sedang banyak diperbincangkan oleh segala lapisan masyarakat di Indonesia. Dialog Interaktif di Jogja Tv dengan narasumber Arief Noor Hartanto, S.IP perwakilan DPRD DIY dan  Dra. Beni Soharsono, MSi  Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY membahas mengenai teknologi E-KTP dan pemanfaatannya bagi masyarakat.

E-KTP memiliki banyak kelebihan dari KTP sebelumnya. E-KTP akan lebih fleksibel dalam penggunaannya. Selain itu, dengan E-KTP akan lebih mudah dalam merekam data, merubah data, maupun mencari data yang telah diinput. E-KTP akan memudahkan masyarakat dalam mengurus segala hal yang berkaitan dengan identitas pribadi seseorang.

Maka dari itu, Beni Soharsono mengharapkan warga yang masih memiliki KTP lama agar segera melakukan rekam data. Kepentingan ini sebenarnya untuk kepentingan masyarakat sendiri, dan juga supaya pemerintahan lebih aktif. Saat ini DIY sudah 96% warga yang sudah melakukan perekaman E-KTP.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil memberikan batas waktu dalam melakukan rekam data E-KTP. Hal ini dilakukan agar validasi meningkat. jika nantinya ada warga yang terlambat dalam melakukan rekam data, warga akan tetap dilayani namun kemungkinan data yang ada tidak optimal karena data yang direkam tidak lengkap. KTP lama tidak akan berlaku lagi, maka diperlukan rekam data supaya data yang ada merupakan data yang valid. Jika masyarakat yang sudah memilki E-KTP, namun rusak, mayarakat bisa melakukan rubah data jika ada data terbaru kemudian lapor kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dan masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak ada pemungutan biaya dalam mengurus hal tersebut.

Jika masyarakat memiliki kendala dalam membuat E-KTP, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Hal ini dikarenakan dalam pembuatan E-KTP sudah memiliki fasilitas yaitu akses mobilitas bagi masyarakat yang memiliki kendala akses. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan mendatangi langsung masyarakat yang terkendala akses. Warga dikumpulkan di suatu tempat tertentu misal balai desa kemudian petugas akan mendatangi tempat tersebut. Dengan E-KTP, warga mampu melaksanakan rekam data dimanapun. Bahkan perantau sekalipun bisa melakukan rekam data di kota di mana ia berada dengan fasilitas internet. Warga yang memiliki data terbaru juga diharapkan segera memperbarui data, termasuk warga yang bukan warga Jogja namun akan tinggal lama di Jogja, dikarenakan kemudahan yang ditawarkan oleh E-KTP ini.

Dalam mendukung fasilitas internet, Kepala daerah se-Indonesia membuat akad perjanjian dengan Menteri Dalam Negeri yang berisi tentang hal-hal yang telah dicover oleh pemerintah pusat akan dipenuhi oleh pemerintah pusat, namun yang tidak mampu dicover oleh pemerintah pusat dan menjadi tanggung jawab daerah maka menjadi kewajiban daerah untuk memenuhi layanan tersebut. Maka dari itu, ada sinergi antara pemerintah pusat, kabupaten kota, dan juga DPRD DIY. DPRD DIY juga akan  mendukung untuk mengkonsolidasi jika ada keterbatasan dana, nanti akan ada bantuan keuangan khusus dari APBD.

E-KTP tidak hanya dapat digunakan sebagai idenititas warga negara Indonesia, tetapi memiliki fungsi untuk kepentingan masyarakat lainnya. Pembuatan E-KTP ini sudah tercantum dalam UU Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Jika ada keterlambatan dalam pembuatan keping E-KTP, warga dapat mempergunakan NIK dan melaporkan ke dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memperoleh surat keterangan. Dengan surat itu, warga dapat mengurus segala hal yang berkaitan dengan identitas pribadi mereka. Selain itu, dengan ada E-KTP, data pribadi warga Indonesia terkumpul dalam bank data. Dengan hal itu, petugas akan lebih mudah dalam mencari data seseorang. Data tersebut juga akan memudahkan bagi pihak yang mebutuhkan. Misalnya, dengan E-KTP akan lebih mudah mencari penduduk dengan golongan darah tertentu, kemudian akan lebih mudah mengkategorikan penduduk mampu dan kurang mampu, dan masih banyak lagi.

Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan E-KTP, diharapkan warga agar segera melakukan rekam data untuk memperlancar proses pembuatan E-KTP. DPRD DIY berharap Pemda DIY mengembangakn pelayanan administrasi kependudukan agar cepat bergerak, hal ini bukan semata-mata mendorong kabupaten kota untuk memberikan layanan prima, namun Pemda juga mampu menjadi kolektor data untuk dimanfaatkan sebaik mungkin dalam proyeksi pembangunan ke depan. DPRD baik kabupaten dan kota harus memiliki kesungguhan dalam meberi perhatian khusus kepada warga supaya tidak ada warga yang tidak mendapat pelayanan dalam pembuatan E-KTP ini. (nrt)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*