Tidak diizinkan berjualan, para pedagang asongan Lempuyangan datangi DPRD Provinsi DIY

Kamis, (30/10) Paguyuban Asongan Jogja Bersatu (AJB) yang merupakan pedagang asongan di area stasiun Lempuyangan bertemu dengan anggota Dewan di ruang Lobi gedung DPRD DIY. Para pedagang asongan ini mengeluhkan bahwa mereka tidak diizinkan untuk menjual di dalam area stasiun Lempuyangan sejak bulan agustus lalu. Pertemuan ini di pimpin oleh wakil ketua DPRD Arif Noor Hartanto, SIP dan didampingi oleh anggota dewan dari Fraksi Partai PDIP, Fraksi Partai PAN, Fraksi Partai GOLKAR, dan Fraksi Partai PKS. Paguyuban AJB yang dihadiri oleh 40 orang ini mendapat sambutan hangat oleh para anggota dewan.

 Pertemuan ini dimulai dengan sambutan oleh Bapak Arif selaku pimpinan rapat. Perwakilan para pedagang ini meminta bantuan kepada anggota dewan mengenai para pedagang asongan dilarang menjual di dalam area stasiun, mereka diusir sehingga mereka tidak dapat lagi mencari nafkah di area tersebut. Padahal mereka menggantungkan nasib mereka pada penghasilan dari berjualan di area stasiun Lempuyangan ini.

Mereka diusir oleh beberapa tentara yang berseragam agar tidak berjualan di dalam stasiun, hal ini dilakukan karena berbagai alasan terkait ketertiban area stasiun, namun pada kenyataannya aturan ini justru memberatkan para pedagang asongan dalam mencari nafkah. Bisakah kami untuk berdagang didalam stasiun, untuk menunggu pembuatan kios.

Keluhan ini langsung ditanggapi oleh para anggota dewan DPRD merasakan prihatin dengan keadaan yang terjadi, Kebijakan ini harus di kompromikan demi kebaikan bersama dan akan segera di follow-up pada pimpinan untuk menindaklanjuti masalah ini. Mari kita kerjasama untuk pembenahan ini.

Kami akan membuka forum yang menghadirkan pihak PT KAI dan pihak terkait lainnya guna kepentingan bapak ibu pedagang. Jika ada kesepakatan, maka akan bisa segera diselesaikan segera. “Kami harapkan Bapak Ibu sekalian bersabar, Kami butuh kerjasama untuk pembenahan ini”. tutur salah satu anggota dewan. (hms.az)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*