Tuntut Payung Hukum, Bentor Jogja Melakukan Aksi

Ratusan supir bentor di Yogyakarta melakukan aksi di depan Gedung DPRD DIY pada Kamis (21/2). Aksi ini dipimpin oleh Parmin selaku ketua rombongan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY). Ditemui langsung oleh Yoeke Indra Agung Laksana selaku Ketua DPRD DIY, Parmin menyampaikan aspirasi para supir becak motor di Yogyakarta terkait dengan menuntut payung hukum bagi mereka.

Setelah aksi dilakukan, para supir becak motor ini bersama dengan tokoh masyarakat dan perwakilan dari LBH melakukan audiensi yang bertempat di Ruang Rapat Gabungan Lantai 3 Gedung DPRD DIY. Audiensi ini diterima oleh Yoeke Indra Agung Laksana selaku Ketua DPRD DIY, M. Zuhrif Hudaya dan Suharwanta selaku perwakilan dari Komisi C DPRD DIY.

Pada audiensi kali ini, Parmin menyampaikan beberapa poin yaitu bahwa mereka ingin mendapatkan hak pekerjaan yang layak dan memperjuangkan hak-hak dalam memperoleh keadilan legalitas dan kenyamanan dalam bekerja. Hal yang sama juga disampaikan oleh Raden Mas Acun Hadiwidjojo sebagai perwakilan dari tokoh masyarakat bahwa para supir bentor ini agar mendapatkan legalitas dan bahwa PBMY merupakan wadah untuk memberi arahan kepada supir bentor untuk selalu menjaga ketertiban dan menaati segala aturan di jalanan.

Yogi selaku perwakilan dari LBH mendesak pemerintah agar segera memberikan solusi nyata untuk PBMY dan membangun koordinasi antar lembaga terkait diperlukan untuk dengan cepat merespon tindak lanjut yang bisa dilakukan.

Selanjutnya beberapa tanggapan disampaikan olh M. Zuhrif Hudaya dan Suharwanta selaku perwakilan dari Komisi C DPRD DIY, diantaranya adalah akan segera membangun komunikasi tindak lanjut kepada Dinas Perhubungan agar pembahasan mengenai bentor ini segera mendapatkan progres yang positif dan berusaha menyampaikan rumusan-rumusan yang nanti akan dibahas dan diajukan agar dibicarakan secara mendalam. Ditambahkan oleh Suharwanta, bahwa kami terus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi untuk memberikan pandangan yang positif untuk kemudian menjadi solusi dan akan lebih serius lagi dalam penyelesaian masalah ini.

Tanggapan juga disampaikan oleh Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana, bahwa akan menghidupkan kembali tim kecil yang pernah dibentuk yang melibatkan instansi terkait dan akademisi dari perguruan tinggi untuk menggodok terkait prototype dan zonasi yang menjadi masalah utama. Dan juga terus memantau dan perbarui kemajuan dari penyelesaian masalah ini agar tercapai sebuah solusi yang membawa kebaikan bagi seluruh pihak. (Wn/M)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.