TURUN TANGAN BEBASKAN KAWASAN KUMUH

drainaseDusun Plumbungan terkategorikan sebagai kawasan kumuh. Hal tersebut diungkapkan Sugeng Sugianto, dukuh Gedangan. Senin, 28 september 2015 saat komisi C berkunjung tidak terlihat adanya kekumuhan. “Berbeda pada saat musim penghujan.” Kata Sugianto. Sugianto menuturkan lapangan yang terletak di belakang kantor kecamatan Karangmojo penuh air hujan dan limbah rumah tangga. “Bau dan lapangan tak dapat difungsikan.” Tambah sugianto.

Gatot Tri Widodo, Pelaksana Tugas (PLT) kepala desa Gedangan mengaku miris akan kekumuhan yang terjadi ketika musim penghujan. Karena lapangan berada di titik rendah sehingga air menggenang dan masuk ke kantor kecamatan Karangmojo. Pagar kecamatan yang hampir roboh dan miring tak mampu menahan masuknya air ke kantor kecamatan saat hujan.

Jalan yang mengitari lapangan, hasil iuran dari masyarakat juga mengalami kerusakan. Chang Wendryanto, SH mengusulkan agar jalan tersebut dibenahi lagi. “Kalau tidak dibenahi, jalan semakin rusak dan bongkahannya akan menutup drainase.” Ungkap Chang.

Drs. Sutata ketua komisi C menyetujui pendapat Chang. Ketika ditanya perihal dana, Drs Sutata tersenyum dan mengiyakan. Bahkan ia menyetujui usulan Sugeng Sugianto dan Gatot Tri Widodo untuk membangun drainase dari depan kecamatan ke arah sungai Kedung Dawang. Panjang bangunan drainase sekitar 700 meter.

Selain meninjau kawasan kumuh, komisi C juga meninjau Rambu Pendahulu Petunjuk Jalan (RPPJ). Anna Rina dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY menyatakan pentingnya penambahan lampu dan RPPJ. “Untuk penduduk setempat tidak masalah, tapi bagi pendatang itu sangat penting. Terlebih Gunungkidul sebagai daerah pariwisata.”

Sekretaris komisi C, Drs. Agus Subagyo membenarkan dan menyetujui adanya penambahan lampu dan RPPJ. “ Sebagai daerah wisata, biar Gunungkidul lebih menarik lagi bagi para wisatawan.” Ungkapnya. (S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*