Warga Kulonprogo diharapkan tidak hanya menjadi “penonton”

fgd-bandara-3Jogja, dprd-diy.go.id – Kamis (10/11/2016), Bagian Pembentukan Produk Hukum dan Pengkajian Sekertariat DPRD DIY mengadakan Forum Diskusi yang mengangkat tema Aero City dengan study kasus Bandara baru yang akan dibangun Di Kulonprogo Yogyakarta. Diskusi ini dilaksanakan di Ruang  Rapur Lantai 2 gedung DPRD DIY. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD DIY dari Fraksi Gerindra  Dharma Setiawan sebagai perwakilan DPRD DIY,  serta dua narasumber lain yakni Lina Wahyuni dosen ITY dan Lutfi Muta’ali dosen dari UGM . Berlaku sebagai moderator adalah Anang Saptoni. Forum ini diikuti oleh bebrapa instansi terkait dan juga beberapa perwakilan masyarakat serta mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dharma Setiawan menjelaskan bahwa forum ini bukan membahas mengenai bagaimana konsep bandara, bagaimana desain bandara dan bukan pula masterplan dari bandara baru Di Kolonprogo ini, namun forum diskusi akan membahas mengenai dampak positif dari pembangunan bandara ini. Dan bagaimana dampak secara ekonomi bagi warga masyarakat sekitar, sehingga masyarakat sekitar bandara tidak hanya menjadi “penonton” atas pembangunan bandara ini. “Bandara ini adalah satu titik tumbuh Di DIY, sehingga kita dapat melihat secara langsung bagaimana pengaruh secara ekonomi bagi masyarakat sekitar”, ungkap Dharma Setiawan dalam sambutannya.

fgd-bandara-5Dharma Setiawan juga menambahkan, bahwa dampak diharapkan positif tidak hanya dirasakan masyarakat sekitar Bandara, namun juga DIY secara umum. Pembangunan bandara yang berada di daerah Kulonprogo, mau tidak mau akan berpengaruh tidak hanya di daerah DIY saja, namun daerah Prurworejo juga akan menerima dampak dari pembangunan bandara ini. Hal ini tidak lain karena letak geografis Purworejo yang sangat dekat dengan Kulonprgo. Maka dari itu Purworejo juga akan menjadi “pesaing” bagi Kulonprogo dalam pemanfaatan dampak positif pembangunan bandara ini. “ Kita harus jeli melihat Purworejo sebagai kompetitor”, imbuhnya.

Sebagai narasumber sesi pertama, Lina Wahyuni membeberkan mengenai konsep dasar Aerotropolis. Dimana konsep ini memiliki 4 kekuatan utama, yakni Digitalisasi, Globalisasi, Aviasi dan persaingan berbasis waktu. “Diharapkan adanya bandara tidak hanya bermanfaat bagi masyarakt sekitar, namun juga DIY secara keseluruhan”, tutupnya. Pada sesi kedua, Lutfi Muta’ali menjelaskan mengenai dampak Aerocity bandara dalam perspektif perkembangan wilayah. Dalam kesempatan ini Lutfi Muta’ali mebeberkan beberapa macam dampak positif atas dibangunnya bandara di Kulonprogo ini. Forum diskusi ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan audien. (Aw)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*