WUJUDKAN KESEJAHTERAAN PEREMPUAN

DSC_0030Jum’at (10/4) Hj. Rany Widayati, S.E., M.M dan Dra. Hj. Marthia Adhelheida  menerima audiensi Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) di ruang transit DPRD. 10 perempuan yang tergabung dalam HTI muslimah tersebut mengadukan tinjauan kritis program peningkatan  produktifitas ekonomi perempuan kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Beberapa hal diungkapkan HTI muslimah guna melepaskan perempuan dari belenggu kemiskinan. Pertama meminta setiap laki-laki yang menjadi walinya untuk bekerja dan mengoptimalkan penafkahan. Kedua, meminta negara secara optimal menyediakan lapangan kerja, memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kepentingan rakyat, meniadakan pajak dan bunga, menyediakan sarana kebutuhan publik secara memadai dan gratis serta mengatur distribusi kekayaan secara efektif dan adil. Sehingga kesejahteraan perempuan terjamin dan siap berkiprah di masyarakat tanpa meninggalkan perannya sebagai Ibu dan pengatur rumahtangga. Ke empat, saatnya menjadikan Syariah Islam sebagai solusi mengentaskan perempuan dari kemiskinan dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai bidang di masyarakat.

“DPRD juga sudah memperjuangkan anggaran untuk membantu masalah wanita. Khususnya kesehatan (periksa gratis) tapi tidak dapat terserap semuanya.” Ungkap Adhel. Adhel juga berjanji akan menampung, meneruskan semua aspirasi HTI serta mendorong pemerintah mengelola SDA sehingga masyarakat indonesia kaya dan wanita tidak perlu keluar.

“Kalau perempuan sejahtera, maka keluarga juga sejahtera.” Tambah Rany.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*