Yogyakarta di Zona “Lampu Merah”

img_0036Jogja, dprd-diy.go.id – Selasa, (8/11/2016), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme beraudiensi di Komisi A DPRD DIY. Dipimpin Abdullah Muhaimin, rombongan tersebut diterima oleh Ketua Komisi A, Eko Suwanto. Eko Suwanto meminjam istilah Mendagri, “Yogyakarta akhir-akhir ini  berada pada level lampu merah”. Artinya banyak sekali ancaman-ancaman yang melanda Yogyakarta seperti terorisme, radikalisme, separatisme, narkoba dan kriminalitas.

Eko sapaan akrab Eko Suwanto memandang fenomena Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) serta Yebua (tidak berkenan hormat bendera merah putih) yang muncul di Gunung Kidul merupakan tindakan radikalisme yang harus segera disikapi agar keutuhan NKRI terjaga. Begitu juga dengan narkoba dan kriminalitas. “Dalam skala nasional, DIY ranking ke-8 pengguna narkoba.” Ungkapnya. Eko juga memaparkan korban kriminalitas yang salah satunya disebabkan minuman keras atau oplosan. “Di sepuluh bulan terakhir terdapat 41 orang meninggal akibat miras dan oplosan.” Jelasnya.

Langkah cepat diperlukan dalam menindaklanjuti fenomena-fenomena tersebut. Hal tersebut diutarakan oleh wakil Ketua Komisi A, Sukarman. Supaya mendapatkan gambaran lebih detail, Sukarman mempersilahkan Muhaimin Abdullah beserta rombongan menyampaikan observasi yang telah dilakukan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Muhaimin menyebut radikalisme telah menerobos kampus-kampus dan desa-desa di Yogyakarta. Keprihatinan tersebut menjadikan forum yang kini digelutinya melakukan pemetaan lokasi penyebaran radikalisme.

Mukhtasyar Syamsudin berdasarkan penelitian yang dilakukannya bersama tim membagi terorisme ke dalam tiga macam yakni militansi, radikalisme dan ektrimisme. Ia juga menyebut, Kulonprogo menjadi daerah yang rawan. Penelitian menunjukkan 39 persen menyetujui digunakannya sistem khilafah, 39 % tidak menyetujui dan 22% tidak tahu/tidak menjawab. (S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*