DPRD DIY Dukung Pemda Percepat Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Melalui Dana Tak Terduga

Jogja, dprd-diy.go.id – Komisi A mengungkapkan bahwa berdasarkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah, DPRD DIY mendukung dengan dana tak terduga. Eko Suwanto, Ketua Komisi A mengatakan dana tak terduga yang diambil dari APBD DIY tahun anggaran 2020 diberikan sebesar 14,8 miliar guna percepatan penanganan dan pencegahan pandemi covid-19 di DIY.

“Degan adanya Permendagri 20/2020 yang menjadi dasar hukum, kita (DPRD DIY) anggarkan dana tak terduga sebesar 14,8 miliar untuk mendukung pemda dalam menjalankan rencana penanganan dan pencegahan covid-19 di DIY,” jelasnya.

Dana tak terduga tersebut diharapkan dapat digunakan secara maksimal oleh pemda untuk penanganan dan pencegahan pandemi covid-19. Menurut Eko, anggaran tersebut tentunya harus digunakan dengan prinsip kehati – hatian sesuai kebutuhan yang ada.

“Prinsipnya kita dukung dahulu rencana dari pemda dan kebutuhan tim percepatan ini, untuk operasionalnya harus (anggaran) memadai dulu. Kebutuhannya bisa kurang atau bahkan lebih dari yang sudah dianggarkan lihat dulu perencanaan dan kebutuhannya seperti apa. Inspektorat tetap mengawasi perencanaan dan kebijakan sesuai undang – undang yang berlaku,” lanjut Anggota Fraksi PDI-P ini.

Eko juga berharap agar pemda secepatnya menyelesaikan penyusunan rencana program kegiatan percepatan penanganan dan pencegahan covid-19 yang menggunakan anggaran tak terduga ini. Eko juga menambahkan jika dana tersebut dirasa kurang, Komisi A akan mendiskusikan kembali bersama Pemda DIY untuk melakukan redesign APBD DIY tahun anggaran 2020. Hal tersebut sejalan dengan ketentuan di pasal 3 terkait pendanaan percepatan penanganan covid-19 melalui APBD.

Sisi Kemanusiaan Diprioritaskan

Menyikapi kemungkinan penuruanan perekonomian, Eko kembali menegaskan bahwa dana tak terduga ini diprioritaskan untuk sisi kemanusiaannya. Meskipun sejak diketahui DIY terjangkit pandemi covid-19 penurunan penghasilan para pengusaha di DIY menurun, Eko tegas mengatakan dana tak terduga difokuskan terhadap upaya penanganan dan pencegahan covid-19.

“Prioritas kami adalah upaya penyelamatan manusia dengan sisi kemanusiaannya. Sisi perekonomian, pasti akan dibahas dan dikaji segala kemungkinannya oleh dinas – dinas terkait. Saya yakin perekonomian pasti akan kembali, mengingat DIY sudah pernah mengalami krisis saat gempa 2006 dan merapi 2012, namun bisa bangkit kembali dengan gotong – royong masyarakatnya,” tegas Eko.

Eko menjelaskan penggunaan anggaran dana darurat diprioritaskan untuk upaya perlindungan masyarakat dari ancaman virus corona serta penanganan dan pencegahan covid-19. Menurut Eko yang sangat perlu diperhatikan adalah kebutuhan alat pelindung diri yang digunakan dalam operasional serta fasilitas medis dan tenaga medis selama penanganan.

“Dana ini hendaknya bisa diprioritaskan untuk menyediakan alat pelindung diri yang semakin sedikit. Fasilitas kesehatan dan kebutuhan tenaga medis bisa dilengkapi lagi, kita harus perhatikan tenaga medis ini. Semisal untuk menyediakan makanan sehat bagi tenaga medis, penderita, dan masyarakat,” tuturnya.

Butuh Sinergitas Bersama

Kepada pemerintah kabupaten dan kota di DIY, Eko meminta agar dapat memanfaatkan dana tak terduga. Tujuannya agar penanganan dan pencegahan covid-19 pada setiap kabupaten dan kota selaras dengan perencanaan percepatan dari Pemda DIY. Dana tersebut juga dapat digunakan untuk melengkapi kebutuhan biaya penanganan dan penyembuhan pasien positif covid-19.

Selain itu, Eko mengungkap pihak swasta yang ada di DIY mampu berperan dalam mendukung upaya penanganan dan pencegahan covid-19 melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Menurut Eko, butuh sinergitas yang kuat dari berbagai pihak untuk bekerja keras bersama melakukan penanganan dan pencegahan agar masyarakat tidak terpapar virus corona.

Pada akhir jumpa pers Rabu (18/03/2020) Eko mengungkapkan pentingnya masyarakat untuk memperhatikan dan mengikuti imbauan dari pemerintah. Menurutnya upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan mengingat penyebaran virus corona yang sangat cepat. Penggunaan kampanye – kampanye sosial baik secara langsung maupun mengandalkan IT perlu dilakukan secara masif oleh pemerintahan. (fda)

Informasi terkait Covid-19 di DIY selengkapnya di http://corona.jogjaprov.go.id/

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*