Komisi A Tinjau Monitoring Jaringan Internet Desa Singosaren

Ke Desa Singosaren

Bantul, dprd-diy.go.id – Komisi A DPRD DIY mengunjungi Kantor Desa Singosaren, Banguntapan, pada Kamis (11/06/2020). Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut aspirasi dari masyarakat terkait dengan jaringan internet pendukung usaha pencegahan Covid-19 di Desa Singosaren.

Joko Prayitno, Kepala Desa Singosaren menyampaikan aspirasi masyarakat desa serta laporan terkait Desa Singosaren kepada Komisi A. Joko mengatakan Desa Singosaren ini sangat potensial jika dikembangkan dengan memanfaatkan fasilitas internet secara optimal.

“Kita punya banyak fasilitas seperti parkir, wanadesa, pusat edukasi, pasar desa. Kalau ada internet akan sangat luar biasa. Apalagi transaksi pasar pasti bisa lebih bagus dengan adanya internet tidak lagi mengandalkan transaksi manual. Ini bisa jadi upaya mencegah penularan Covid-19,” terangnya.

Selain itu Joko menyebut di Desa Singosaren terdapat taman bermain dan edukasi ‘Bokong Semar’ yang terletak kurang lebih 200 meter kantor. Beberapa tempat seperti kawasan situs benteng juga disebutkan Joko direncanakan akan dikembangkan. Hal tersebut merupakan beberapa poin penting kebutuhan internet di Desa Singosaren di luar kegiatan penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Fasilitasi sarana prasarasa radio desa. Kita juga punya tempat,yang bisa dimaskimalkan untuk radio. Kalau bisa dimaksimalkan bisa sarana efektif, apalagi komuniaksi di masa corona (pandemi) ini. Fasilitasi cctv online di desa juga belum ada,” Joko menyampaikan aspirasi.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A mengatakan bahwa pemasangan internet sendiri dapat bekerjasama dengan Dinas Kominfo DIY. Eko juga menjelaskan bahwa di provinsi pemda bekerjasama dengan TNI dan POLDA dari segi keamanan terkait pencegahan Covid-19.

“Kalau di tingkatan desa jumlah hansip di DIY sekitar 30 ribuan kalau bisa difungsikan secara maksimal untuk mendeteksi dini. Ini juga bisa membantu kerja Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 dari segi keamanannya,” tutur Eko.

Kepada kepala desa, Eko menyarankan agar secara aktif mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi. Terutama Eko mengatakan hal ini sangat penting dilakukan untuk memaksaimalkan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Ketua Komisi A ini mengatakan bahwa di POLDA DIY ada monitoring center dan Covid-19 center yang sudah berjalan cukup baik. Menurutnya saat ini perlu dukungan layanan internet dan posko Covid-19 yang maksimal untuk mencegah dan menangani Covid-19 di tingkat desa.

“Kami minta kerjasama dengan Dinas Kominfo mohon bantuan dari Dinas Kominfo. Usahakan pemasangan internet ini masuk dalam dokumen pemda, sebelum KUAPPAS disahkan oleh gubernur,” tutur Eko.

Sementara Agung Widhiono, dari Dinas Kominfo DIY mengatakan bahwa saat ini Dinas Kominfo telah memberikan layanan di kantor desa sebanyak 50 desa. Menurutnya hingga saat ini pemasangan internet hanya dapat dilakukan di kantor desa saja. Layanan internet yang diberikan belum mampu diubungkan kepada masyarakat secara masif.

“Pemasangan internet untuk saat ini kami memberikan layanan di kantor desa, kami bantu 50 kantor desa. Kami pasang akses wifi di kantor desa. Kami harap dan kami berusaha agar internetnya bisa dihubungkan sampai ke masyarakat, tapi ntuk sekarang belum bisa. Hanya beberapa saja yang sudah sampai ke masyarakat,” jelas Agung. (fda)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*