Monitoring Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana di Sidorejo Jadi Sorotan Komisi A

Kulon Progo, dprd-diy.go.id – Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan monitoring mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh, S.E., M.B.A., yang menekankan pentingnya upaya mitigasi bencana di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Hifni menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi antar pihak dalam menghadapi potensi bencana di tingkat kalurahan.

“Mitigasi bencana harus menjadi prioritas bersama agar dampaknya bisa diminimalkan dan masyarakat lebih siap menghadapi risiko,” ujar Hifni.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas persoalan kebencanaan di Sidorejo, khususnya banjir yang hingga kini masih menjadi permasalahan utama masyarakat. Banjir terjadi akibat sistem drainase yang belum optimal, di mana aliran dari 13 hingga 14 pedukuhan bermuara pada satu saluran pembuangan. Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan infrastruktur seperti Intek Sapon yang membelah wilayah Sidorejo.

Dampak banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan penurunan hasil panen padi di wilayah tersebut. Upaya penanganan sebelumnya seperti penggunaan pompa dinilai kurang efektif karena tingginya biaya operasional yang mencapai sekitar Rp600 ribu per hari.

Pemerintah kalurahan mengajukan sejumlah rekomendasi, antara lain permintaan alokasi dana serta pembangunan saluran baru sepanjang 150 meter yang diharapkan dapat terhubung langsung ke Sungai Progo, disertai rencana pelebaran hingga 1 kilometer guna mengurangi risiko banjir.

Ketua Komisi A, Eko Suwanto, S.T., M.Si., menegaskan langkah-langkah yang perlu segera dilakukan untuk penanganan masalah tersebut, di antaranya menyusun identifikasi masalah secara komprehensif, menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta melakukan koordinasi lintas wilayah yang memiliki permasalahan serupa.

Selain itu, Komisi A juga berencana menggelar rapat lanjutan dengan melibatkan pihak-pihak berwenang seperti BPBD, BBWSO, serta Pemerintah Daerah Kulon Progo untuk mempercepat penanganan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya penanganan banjir di Sidorejo dapat segera terealisasi, sehingga mampu mengurangi dampak kerugian, khususnya bagi sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat setempat. (uns/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*