Raperda Prakarsa Komisi D Tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Disetujui

Jogja, dprd-diy.go.id – DPRD DIY mengadakan rapat paripurna internal pada Kamis (04/08/2022) bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD DIY. Pada rapat ini, Komisi D selaku inisiator Raperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa, menyampaikan langsung kepada anggota dewan lainnya.

Koeswanto selaku Ketua Komisi D DPRD DIY menjadi juru bicara pada rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD DIY Nuryadi. Koeswanto memaparkan latar belakang dan tujuan dari dibentuknya raperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa.

Koeswanto menjelaskan bahwa berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2018, DIY merupakan daerah dengan kasus gangguan jiwa berat (ODGJ) yang menduduki peringkat nasional kedua. Ditambah dengan adanya isu terkait pemasungan dan bunuh diri, menjadi perhatian khusus bagi pemerintah DIY.

Adanya isu-isu  tersebut, sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan  setiap orang terpenuhi hak atas kesehatan, termasuk kesehatan jiwa.

“Perlu segera disusun Raperda mengenai penyelenggaraan kesehatan jiwa yang akan memuat upaya-upaya kesehatan jiwa mulai dari promotif, preventif, kuratif sampai rehabilitatif. Selain itu, raperda ini juga memberikan perhatian khusus pada upaya penanggulangan pemasungan dan bunuh diri,” ucap beliau.

Koeswanto mengatakan untuk penegasan upaya kesehatan jiwa, perlu dilakukannya upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak keluarga, satuan pendidikan, lembaga kesejahteraan sosial, dan pemerintah kabupaten/kota.

Tentunya, segala upaya tersebut dioptimalkan dengan memberikan fasilitas kesehatan yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di DIY.

Oleh karena itu Komisi D menginisiasi Raperda ini sebagai payung hukum penerapan oleh pemerintah daerah. Komisi D berharap agar usulan prakarsa dapat disetujui sehingga Raperda dapat diterapkan secara nyata dalam masyarakat.(Er)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*