Hadiri Ceramah Kebangsaan, Budi Waljiman Tekankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Jogja, dprd-diy.go.id – Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Budi Waljiman, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Ceramah Kebangsaan bertajuk “Meneguhkan Komitmen Tamansiswa dalam Membina Persatuan dan Kesatuan Bangsa” yang dirangkaikan dengan sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Pendopo Agung Tamansiswa, Senin (6/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, serta berbagai unsur masyarakat dan keluarga besar Tamansiswa. Kehadiran para tokoh nasional ini dinilai semakin memperkuat semangat kebangsaan dalam forum yang sarat nilai historis tersebut.

Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, menegaskan bahwa kegiatan ceramah kebangsaan seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara. Ia menilai, Tamansiswa sebagai lembaga pendidikan memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter kebangsaan sejak dini.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita diingatkan kembali bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Tamansiswa memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Budi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa DPRD DIY mendukung berbagai upaya penguatan ideologi Pancasila dan implementasi 4 Pilar MPR RI di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keutuhan bangsa.

Sementara itu, Ketua Majelis Luhur Tamansiswa, Ki Prof. Dr. Sri Edi Swasono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran ketua MPR RI memberikan rasa optimisme bagi keluarga besar Tamansiswa. Ia menegaskan bahwa Tamansiswa memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia melalui pemikiran Ki Hajar Dewantara.

“Ki Hajar Dewantara tidak hanya terlibat dalam BPUPKI dan PPKI, tetapi juga menyumbangkan gagasan penting dalam Pasal 31 tentang sistem pendidikan nasional serta Pasal 32 mengenai kebudayaan,” ujarnya. 

Menurutnya, pendidikan harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaan bangsa sesuai nilai Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Sementara itu, Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, menekankan pentingnya persatuan sebagai fondasi utama bangsa. Di tengah dinamika global, ia juga menyoroti berbagai konflik internasional yang berdampak luas, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan perdamaian.

“Persatuan bangsa merupakan fondasi utama untuk menjaga keutuhan dan kekuatan Indonesia. Dengan semangat itu, saya menyerukan kepada seluruh negara untuk segera menghentikan peperangan dan menempatkan perdamaian sebagai prioritas utama,” tegasnya. 

Ia menambahkan bahwa Indonesia harus tetap aktif dalam diplomasi internasional sebagai upaya menjaga stabilitas dunia.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga persatuan memerlukan pengorbanan, termasuk menahan ego dan mengedepankan kepentingan bersama. Dalam hal ini, Tamansiswa diharapkan tetap menjadi salah satu pelopor dalam menjaga persatuan, kemandirian, dan keberagaman bangsa. (njw/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*