Komisi D: Monumen Pahlawan Pancasila Harus Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda

Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan peninjauan ke Monumen Pahlawan Pancasila (MPP) di Kentungan, Kabupaten Sleman, pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, S.H., M.Kn.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi serta optimalisasi fungsi Monumen Pahlawan Pancasila sebagai salah satu situs bersejarah di DIY yang memiliki nilai penting dalam perjalanan bangsa. Monumen tersebut berdiri di atas lahan seluas 7.927 meter persegi di kawasan Batalyon 403 (dahulu Batalyon L). Secara geografis, lokasinya berada sekitar 200 meter di timur Jalan Kaliurang, 100 meter di utara Ringroad, dan kurang lebih 1,5 kilometer di timur Monumen Yogya Kembali.

Dalam kegiatan tersebut, Komisi D DPRD DIY juga menerima pemaparan terkait sejarah perjuangan Kolonel Infanteri Anumerta Katamso Darmokusumo dan Kolonel Infanteri Anumerta Sugiyono Mangunwiyoto, yang gugur dalam peristiwa mempertahankan Pancasila di Yogyakarta. Monumen ini menjadi lokasi ditemukannya kedua pahlawan tersebut, sehingga memiliki nilai historis yang tinggi.

Secara arsitektural, Monumen Pahlawan Pancasila mengusung bentuk rumah adat Jawa, yaitu joglo. Di dalam bangunan terdapat lubang bersejarah tempat ditemukannya kedua pahlawan revolusi. Sementara di bagian selatan berdiri lambang Garuda Pancasila sebagai simbol perjuangan dan persatuan bangsa.

Anton menegaskan pentingnya pelestarian situs sejarah sebagai sarana edukasi publik. Ia mengatakan bahwa Monumen Pahlawan Pancasila harus terus dijaga dan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi sejarah agar generasi muda memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Monumen ini bukan sekadar situs sejarah, tetapi ruang pembelajaran nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda agar tidak melupakan jati diri bangsa,” ujarnya.

Turut hadir dalam agenda tersebut, Ketua Komisi D DPRD DIY, RB. Dwi Wahyu B. S.Pd., M.Si., menekankan perlunya penguatan fungsi edukatif monumen melalui kolaborasi berbagai pihak. Ia menyampaikan bahwa DPRD DIY mendorong penguatan fungsi monumen sebagai pusat pembelajaran sejarah yang inovatif dan relevan, melalui kolaborasi berbagai pihak demi meningkatkan literasi sejarah masyarakat.

“Kami mendorong optimalisasi peran monumen sebagai pusat edukasi sejarah yang adaptif, informatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen DPRD DIY dalam mendukung pelestarian sejarah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa. (uns/cc) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*