Nuryadi: PBTY 2026 Wujud Nyata Harmoni Budaya dan Penguatan Ekonomi Rakyat di DIY

Jogja, dprd-diy.go.id – Jogja, dprd-diy.go.id – Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., menghadiri pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2026 yang digelar di kawasan Kampung Ketandan, Rabu (25/2/2026). Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwana X, di hadapan unsur Forkopimda DIY, perwakilan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, kepala daerah se-DIY, serta tokoh masyarakat Tionghoa.

Dari sudut pandang DPRD DIY, kehadiran pimpinan legislatif dalam pembukaan PBTY 2026 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai toleransi yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat DIY. DPRD DIY memandang agenda budaya seperti PBTY bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan instrumen strategis dalam merawat kohesi sosial dan memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya yang inklusif.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menegaskan pentingnya harmoni budaya dan keseimbangan nilai kehidupan dalam keberagaman masyarakat Yogyakarta. Menurutnya, perayaan budaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan nilai yang memperkuat peradaban serta mempererat hubungan sosial lintas budaya dan agama.

“Kebudayaan merupakan ruang batin peradaban, tempat nilai luhur dihidupkan kembali dan kesadaran bersama dibangun untuk menjaga keseimbangan kehidupan,” ujarnya di hadapan unsur Forkopimda DIY, perwakilan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, kepala daerah se-DIY, tokoh masyarakat Tionghoa, serta tamu undangan lainnya.

Sri Sultan juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada masyarakat Tionghoa dan berharap momentum tersebut membawa keberkahan serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Ia menilai Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta menjadi simbol pertemuan nilai antara filosofi Tiongkok dan kearifan lokal Jawa. Konsep Yin dan Yang disebut selaras dengan falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana, yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan juga menyoroti makna Tahun Kuda Api yang melambangkan semangat transformasi dan keberanian. Energi perubahan, menurutnya, harus diiringi kebijaksanaan serta pengendalian diri agar membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Pelaksanaan PBTY 2026 terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Berbagai kegiatan sosial seperti tausiyah, pembagian takjil, serta aktivitas kebersamaan turut digelar sebagai wujud toleransi dan keberagaman yang hidup di Yogyakarta.

Selain memperkaya khazanah budaya, PBTY juga berdampak positif pada sektor ekonomi. Kehadiran pelaku UMKM, pedagang kuliner, perajin, hingga seniman turut menggerakkan roda perekonomian di kawasan Ketandan, Malioboro, dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut Nuryadi turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai PBTY menjadi ruang dialog budaya yang memperkuat semangat persatuan di tengah dinamika sosial.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Yogyakarta mampu merawat keberagaman dalam semangat persatuan dan harmoni. DPRD DIY mendukung penuh kegiatan budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Nuryadi.

Lebih lanjut, Nuryadi menambahkan bahwa DPRD DIY berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pelestarian kebudayaan serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM dan pariwisata berbasis budaya. (uns/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*