Sleman– dprd-diy.go.id– Komisi A DPRD DIY melakukan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) di Kantor BMKG Stasiun Klimatologi DIY pada Kamis (2/4/2026) untuk Monitoring Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Pancaroba dan Perkiraan El Nino di Pertengahan Tahun 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta (Staklim DIY), Reni Kraningtyas, S.P., M.Si menjelaskan prediksi awal musim kemarau 2026 di DIY sebagian besar wilayah akan dimulai sejak April Dasarian III dan puncaknya akan terjadi pada bulan Agustus.
“Puncak kemarau di seluruh wilayah DIY diprediksi akan terjadi di bulan Agustus, kemungkinan besar tidak ada hujan yang turun karena sifat kemarau saat ini dibarengi dengan fenomena El Nino.” jelasnya.
Menanggapinya, Wakil Ketua Komisi A, Hifni Muhammad Nasikh, S.E., M.B.A menyampaikan bahwa DIY berpotensi menghadapi musim kemarau panjang yang menuntut kesiapan serius, khususnya di sektor pertanian. Ia menekankan, kondisi cuaca ekstrem seperti kebakaran, angin kencang dan suhu dingin dari Australia juga perlu diantisipasi.
“Kita perlu mengantisipasi potensi kemarau yang cukup panjang, termasuk risiko kekeringan di sejumlah wilayah di DIY. Diperlukan langkah yang terukur agar sentra pertanian di Jogja tetap terjaga, misalnya dengan penyesuaian pola tanam yang selaras dengan kondisi cuaca,” ujar Hifni.
Sementara itu, Anggota Komisi A, D. Radjut Sukasworo, menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara BMKG, pemerintah daerah, dan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Diperlukan komunikasi yang intens antara BMKG dan Pemda agar informasi cuaca dapat segera diterjemahkan menjadi langkah antisipatif di lapangan, khususnya dalam mendukung kesiapan sektor pertanian menghadapi musim kemarau,” ungkapnya.
Komisi A menekankan pentingnya langkah antisipatif yang cepat dan terukur agar dampak kekeringan dapat diatasi. Dengan kesiapan yang matang, sektor pertanian di DIY diharapkan tetap produktif di tengah tantangan cuaca ekstrem. (njw/lz)

Leave a Reply