Jogja, dprd-diy.go.id – Pada hari ini, Senin (11/07/2022), Kominfo DIY mengadakan Podcast dengan menghadirkan narasumber Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM, Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia, Dr. Sayuri Egaravanda mewakili Plt Kepala Dinas Kominfo DIY, Dr. Novi Kurnia dari UGM dan Krisno Wibowo M.Si dari Pemred Suara Kampus.
Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM pada kesempatan ini mengingatkan tentang Pergub Nomor 46 Tahun 2006 tentang Jogja Cyber Province, Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta keterkaitannya juga dengan UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih ada kaitan erat dengan budaya digital.
Mengenai budaya digital, Dr. R. Stevanus menekankan bahwa kita jangan sampai lupa dengan tata nilai budaya lokal Daerah Istimewa Yogyakarta seperti saling menghormati, toleransi, gotong royong, kolaborasi, sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh. Ketika kita berbuat sesuatu baik di digital maupun dunia nyata, kita semua harus berani menanggung segala resiko yang kita perbuat dan bertanggungjawab.
“Tata nilai budaya Yogyakarta hingga saat ini masih relevan dengan perkembangan jaman,” ujar Dr. R. Stevanus.
“Jangan sampai kita memandang ruang digital tidak terjamah oleh hukum, ada UU ITE dan aturan terkait lainnya,” tegas Dr. R. Stevanus.
Selain itu, Dr. R. Stevanus juga menyinggung dalam rangka memperkuat regulasi terkait dengan smart culture yang ada dalam rencana aksi jogja smart province dirinya telah mengusulkan adanya raperda Jogja Smart Province di DPRD DIY, bahkan terkait dengan usulan tersebut sudah diterima dan dibahas di Bapemperda DPRD DIY.
Dr. Sayuri dari Kominfo menyampaikan bahwa Kominfo DIY telah membangun jaringan internet nyaris ke semua kelurahan dan 438 desa di DIY sebagai bentuk tugas untuk membangun infrastruktur digital di DIY.
“Berharap ke depan akan semakin banyak kolaborasi antara akademisi, praktisi, perusahaan, legistlatif dan dinas lain untuk turut membangun budaya digital dan ekosistem digital di DIY,” ujar Dr. Sayuri.
Selain itu, Dr. Sayuri juga menyampaikan bahwa ekosistem digital dan budaya digital tidak akan terwujud kalo tidak ada model kolaborasi yang baik dari semua pihak.
Pada kesempatan ini juga, Dr. R. Stevanus juga menyampaikan apresiasi terkait dengan hasil bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah dengan tingkat literasi digital terbaik di Indonesia. Hasil ini tidak lepas dari peran semua pihak dan Kominfo yang telah membangun infrastruktur digital hingga ke 438 desa dan kelurahan di DIY.
Dr. Novi Kurnia dalam kesempatan ini menyampaikan dunia nyata dan dunia digital saling terhubung sehingga sama saja dalam berinteraksi baik secara digital maupun dunia real yang membedakan hanya media komunikasinya.
“Terkait dengan budaya digital kita harus bangga dan sadar akan kekayaan kemajemukan di Indonesia, multikulturalisme, terdiri dari suku, bangsa, adat, dan budaya kita diharapkan menjadi warga yang bertanggung jawab dalam konteks keIndonesiaan,” ujar Dr. Novi.
Krisno di kesempatan ini menyampaikan di era saat ini semua pihak perlu beradaptasi bahkan sejak dini perlu dikenalkan etika budaya digital kepada anak-anak agar mereka dapat berselajar di digital dengan baik.
Selain itu mengharapkan orang-orang media memiliki komitmen mengembangkan visi yang besar untuk menjaga aspek kebhinekaan terutama menghadapi tahun politik dan 2024 agar masyarakat tidak terkotak-kotak dan terpecah belah. (*)



Leave a Reply