Sleman, dprd-diy.go.id — Komisi C DPRD DIY melaksanakan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ke Ruas Jalan Si Petek, Blaburan, Banyurejo, Tempel, Rabu (4/3/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kerusakan jalan provinsi serta minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kawasan tersebut.
Kunjungan dipimpin Sekretaris Komisi C, H. Koeswanto, S.I.P., bersama anggota Komisi C dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Berdasarkan laporan masyarakat, sejumlah titik di ruas jalan itu mengalami kerusakan cukup parah dan telah berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya mobilitas warga, termasuk akses penghubung antara Kabupaten Sleman dan wilayah Magelang.
Sebagai langkah awal, penanganan sementara berupa tambal sulam pada titik-titik kerusakan terparah didorong untuk segera direalisasikan.
“Kami berharap Bina Marga dan Adhi Karya dapat turut berpartisipasi dalam percepatan pembangunan jalan ini. Syukur apabila sebelum Lebaran perbaikan sudah dapat direalisasikan sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujar Koeswanto.
Senada dengan itu, Anggota Komisi C, Haris Sugiarta, S.I.P., menegaskan bahwa penanganan ruas jalan tersebut harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Jalan penghubung ini harus segera ditangani secara khusus karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Mengingat statusnya sebagai jalan provinsi, penanganan menjadi prioritas Pemerintah Daerah DIY, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk segera merealisasikan perbaikan jalan sekaligus pembangunan LPJU yang hingga saat ini belum tersedia,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi C lainnya, Dr. Aslam Ridlo, M.A.P., menyoroti pentingnya perhatian terhadap kawasan perbatasan. Ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang tidak optimal di wilayah perbatasan dapat berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan ruas Jalan Banyurejo yang berjarak sekitar setengah kilometer dari wilayah Jawa Tengah, namun memiliki perbedaan kondisi infrastruktur yang cukup signifikan, di mana jalan di wilayah perbatasan Jawa Tengah dinilai lebih baik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, One Sigit Hermanto, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa pihaknya mengupayakan penanganan dilakukan sebelum Lebaran.
“Penanganan akan diawali dengan memastikan air tidak lagi menggenang di badan jalan melalui perbaikan bahu jalan. Setelah itu, dilakukan penambalan pada ruas yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas jalan secara menyeluruh akan dilaksanakan secara bertahap setelah proyek tol selesai, mengingat saat ini ruas tersebut masih dilintasi angkutan material proyek. (njw/dta)

Leave a Reply