TPST Sendangsari Jadi Andalan Pengelolaan Sampah Sleman

Sleman, dprd-diy.go.id – Warga Kabupaten Sleman menghasilkan tak kurang 300 ton sampah setiap hari. Untuk penanganannya, saat ini mengandalkan tiga tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yang tersebar, salah satunya TPST Sendangsari, Minggir.

Di TPST Sendangsari, sampah diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dengan proses yang cukup kompleks. Ada operator mesin pemilah sampah kering dan basah, mesin pencacah, hingga pengepak RDF anorganik dan organik.

Hasilnya, RDF anorganik dan organik bisa menjadi sumber pendapatan daerah. Komisi C DPRD DIY sangat mendukung pengelolaan sampah di TPST Sendangsari dan berkomitmen membantu kebutuhan anggaran untuk meningkatkan produksi RDF.

“RDF anorganik plastik masih bisa diolah lagi menjadi bahan baku produk kebutuhan sehari-hari non food grade, sedangkan RDF organik bisa menjadi pupuk kompos penyubur lahan tanaman petani, pakan hewan pengurai yang muaranya menjadi pakan ternak,” kata Koeswanto, Sekretaris Komisi C DPRD DIY, saat melakukan peninjauan bersama Komisi C pada Selasa (3/3/2026)

Total kapasitas produksi TPST Sendangsari bisa mencapai 60 ton per hari, namun sampah harian yang diolah hanya 20-25 ton per hari karena sampah yang masuk masih campuran. Pihak TPST berharap masyarakat bisa memilah sampah dari rumah untuk memudahkan proses pengolahan.

“Akan lebih bagus lagi jika sampah yang masuk ke TPST sudah terpilah antara organik dan anorganik,” kata pihak TPST.

TPST juga membuka lowongan kerja untuk warga sekitar dan menggandeng pihak ketiga untuk mengolah sampah organik. Kerja sama dengan SBI juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah.

Ke depan, TPST Sendangsari membutuhkan alat pemilah sampah otomatis untuk meningkatkan kualitas RDF.

“Terkait kebutuhan alat yang digunakan bisa didiskusikan dengan DPRD Kabupaten Sleman menembusi bagian anggaran,” kata Koeswanto.

Sementara itu, anggota komisi C, Raden Inoki A.P., menambahkan bahwa TPST tidak bisa menampung semua sampah yang ada dan membutuhkan alat pembakar sampah yang support dari luar negeri, namun terkendala dengan TKDN. (fn/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*