Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi B melakukan Kunjungan Dalam Daerah ke Pasar Godean, Sidoagung, Godean, Kabupaten Sleman. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi Pasar Godean pasca revitalisasi sekaligus mendengar aspirasi dari pengelola dan para pedagang di lapangan, Senin (8/6/2026).
Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi B, Andriana Wulandari, S.E., M.IP., bersama anggota Komisi B, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, UPT Pasar Godean, serta para pedagang yang tergabung dalam paguyuban pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Andriana menegaskan bahwa kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam memahami kondisi nyata yang dihadapi pengelola maupun pedagang setelah pasar direvitalisasi. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan, program, dan dukungan anggaran yang berpihak pada penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kami ingin memperoleh gambaran secara langsung mengenai kondisi Pasar Godean saat ini. Berbagai kendala maupun potensi yang ada akan menjadi masukan penting dalam perumusan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan pasar ke depan,” ujarnya.
Andriana menilai Pasar Godean memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menjadi ruang perdagangan, pasar ini juga memiliki identitas kuat sebagai sentra kuliner belut yang telah dikenal luas dan berpotensi terus dikembangkan sebagai daya tarik ekonomi lokal.
Sementara itu, Anggota Komisi B, Yan Kurnia Kustanto, mengapresiasi perubahan yang terjadi setelah revitalisasi. Ia menilai fasilitas yang tersedia saat ini jauh lebih representatif dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pedagang maupun pengunjung.
Menurutnya, tantangan selanjutnya adalah memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga aktivitas perdagangan semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Revitalisasi telah menghadirkan sarana dan prasarana yang lebih baik. Kini yang perlu didorong adalah bagaimana seluruh pihak dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan aktivitas usaha dan menarik lebih banyak pengunjung,” katanya.
Yan juga menyoroti pentingnya pemerataan aktivitas ekonomi di seluruh area pasar. Ia menilai diperlukan inovasi dan kegiatan yang mampu menarik masyarakat untuk memanfaatkan seluruh ruang yang tersedia, termasuk area lantai dua yang masih memerlukan peningkatan aktivitas.
Di sisi lain, perwakilan UPT Pasar Godean, Robert, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan pasca revitalisasi, antara lain proses penyelesaian penyerahan aset, kebutuhan peningkatan fasilitas pendukung, serta pengelolaan kebersihan dan persampahan.
Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan masyarakat menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan saat pasar masih berada pada masa relokasi sementara. Berbagai upaya promosi serta kolaborasi dengan paguyuban pedagang terus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik pasar dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di dalamnya.
“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan serta memperkuat promosi bersama para pedagang. Harapannya, Pasar Godean semakin ramai dikunjungi dan aktivitas perdagangan dapat terus berkembang,” ujar Robert.
Melalui kunjungan ini, Komisi B berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan para pedagang. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan Pasar Godean tidak hanya menjadi pasar yang modern dan tertata, tetapi juga mampu berfungsi secara optimal sebagai pusat perdagangan dan penggerak ekonomi masyarakat (njw/fr).

Leave a Reply