Komisi B Tinjau Potensi Dharma Nila Farm, Dorong Pengembangan Budidaya dan Wisata Perikanan di Sendangtirto

Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi B DPRD DIY mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar di kawasan Sendangtirto, Berbah, Sleman, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan wisata berbasis perikanan. Hal tersebut disampaikan saat peninjauan lapangan ke Dharma Nila Farm, Jumat (22/05/2026). 

Peninjauan dipimpin Wakil Ketua Komisi B, Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M.Si., bersama jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY. Dalam kegiatan tersebut, rombongan melihat langsung pengembangan budidaya ikan nila air tawar yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Dr. Danang Wahyu Broto, menyampaikan apresiasi terhadap pengembangan budidaya ikan air tawar yang dilakukan Dharma Nila Farm. Ia menilai kawasan Sendangtirto memiliki potensi yang langka di DIY karena memiliki sumber mata air dan aliran sungai yang melimpah.

“Kami cukup bangga dan senang ternyata potensi budidaya ikan air tawar salah satunya ada di Sendangtirto. Bahkan bisa dibilang langka karena di DIY daerah ini menjadi salah satu wilayah yang memiliki sumber mata air dan sungai yang cukup banyak,” ujarnya.

Selain sektor perikanan, Komisi B DPRD DIY juga melihat potensi pengembangan wisata berbasis air di kawasan tersebut. Menurut Danang, wisata kolam, wisata air, hingga snorkeling dapat dikembangkan sebagai sektor pendukung yang terintegrasi dengan budidaya ikan. 

“Kami berharap arahnya juga untuk pariwisata dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Dharma Nila Farm, Sudarmono, menjelaskan bahwa usaha budidaya yang dijalankannya telah dimulai sejak tahun 2004. Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Komisi B DPRD DIY terhadap pengembangan budidaya perikanan di wilayahnya.

Menurut Sudarmono, pihaknya sejak lama aktif memberikan pelatihan budidaya ikan kepada masyarakat. Namun, ia menilai pelatihan singkat belum cukup untuk menghasilkan pembudidaya yang berhasil karena dibutuhkan pendampingan jangka panjang dan proses belajar yang berkelanjutan.

“Untuk masalah pelatihan sudah melatih dari dulu, jadi tidak henti-henti untuk memberikan. Karena memang untuk bisa itu butuh waktu lama, ilmunya terlalu banyak,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas budidaya, terutama pada aspek indukan ikan yang menjadi faktor utama dalam produksi benih. Menurutnya, kualitas indukan akan terus menurun apabila tidak dijaga secara serius.

“Indukan ini penting. Indukan ini menjadi salah satu sarana produksi dalam budidaya untuk bibit. Bibit itu termasuk syarat utama untuk produksi,” tegas Sudarmono.

Selain itu, Sudarmono menilai seluruh jenis ikan memiliki potensi ekonomi apabila ditekuni dengan serius. Ia berharap adanya prioritas program pendukung dari pemerintah agar kelompok budidaya yang telah berjalan dapat terus bertahan dan berkembang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T., menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Dharma Nila Farm. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan kelompok budidaya dapat terus diperkuat melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan.

“Harapannya bisa bersinergi, dan ada program-program nasional yang bisa diadopsi. Paling tidak bisa mendapatkan faedahnya,” ujarnya.

Hery menjelaskan bahwa pihak dinas saat ini tengah melakukan pengembangan varietas ikan Nilasa (Nila Satria) yang sudah memasuki generasi ketiga (F3). Pengembangan tersebut dilakukan untuk menciptakan indukan ikan nila unggul yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu serta mendukung penyediaan indukan di wilayah DIY.

Selain meninjau budidaya ikan, kunjungan tersebut juga menyoroti potensi sumber daya air dan embung di kawasan Sendangtirto yang dinilai dapat dioptimalkan untuk mendukung budidaya perikanan, irigasi pertanian, hingga pengembangan wisata masyarakat. Berdasarkan pengukuran bersama Universitas Gadjah Mada, debit air di beberapa titik disebut mencapai sekitar 23 liter per detik.

Komisi B berharap pengembangan sektor perikanan di Sendangtirto dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dan pengurangan kemiskinan di wilayah tersebut. Selain itu, Dharma Nila Farm diharapkan mampu menjadi contoh bagi kelompok budidaya lainnya sekaligus mendukung peningkatan konsumsi ikan masyarakat DIY yang masih relatif rendah. (aml/lz)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*