Komisi C Tinjau Bendung Cepoko, Petani Keluhkan Distribusi Air Irigasi

Bantul, dprd-diy.go.id – Komisi C DPRD DIY meninjau Bendung Cepoko dan Daerah Irigasi (DI) Blawong II di wilayah Jetis, Kabupaten Bantul, Rabu (4/2/2026), menyusul keluhan petani terkait distribusi air irigasi yang dinilai belum optimal dan berdampak pada produktivitas pertanian.

Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ini merupakan tindak lanjut atas aduan Kelompok Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang mengeluhkan kondisi bendung dan jaringan irigasi. Peninjauan dipimpin Sekretaris Komisi C DPRD DIY, H. Koeswanto, S.I.P., bersama anggota Komisi C, serta didampingi perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dan Dinas PUP-ESDM DIY.

Sekretaris Komisi C, H. Koeswanto, S.I.P., menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk respons cepat terhadap aspirasi masyarakat.

“Kami menindaklanjuti aduan warga Kalurahan Trirenggo. Bendung ini memiliki fungsi vital karena mengairi sekitar 400 hektare lahan pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan BBWSSO, Hastiono, S.T., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh.

“Kami akan menelaah kondisi bendung dan sistem irigasinya agar distribusi air lebih optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang SDAD Dinas PUP-ESDM DIY, Subarja, S.T.

“Koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar penanganan irigasi ini tepat sasaran dan berdampak langsung bagi petani,” jelasnya.

Komisi C DPRD DIY berharap hasil KDD ini dapat menjadi dasar perumusan langkah perbaikan yang konkret, sehingga Bendung Cepoko dan DI Blawong II dapat kembali berfungsi maksimal dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bantul. (uns/lz )

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*