Komisi C Tinjau Keluhan Banjir dan Drainase di Terbah Kulon Progo

Kulon Progo, dprd-diy.go.id Komisi C DPRD DIY melakukan peninjauan di Kelurahan Wates, Kulon Progo dalam rangka menindaklanjuti aduan tentang permasalahan banjir dan saluran drainase di wilayah Terbah Kamis (05/03/2026).

Berdasarkan keluhan masyarakat setempat jika curah hujan sangat deras, maka air pada saluran drainase akan cepat meluap. Ketua RW 03 Terbah, Sujud Triyanto, mengungkapkan bahwa genangan air yang terjadi di wilayahnya disebabkan oleh pembelokan aliran air ke daerah Terbah. Menurutnya, aliran tersebut seharusnya dapat diarahkan ke selokan/saluran air kecil tengah untuk kebutuhan irigasi.

Ia menjelaskan bahwa di lokasi tersebut terdapat dua saluran, yakni saluran irigasi dan drainase. Namun, saat arus air dari hilir meningkat dan masuk ke saluran irigasi, kapasitas pembuangan di selokan/saluran air kecil setempat tidak mampu menampung seluruh volume air. Kondisi itu kemudian memicu terjadinya genangan.

Menanggapi kondisi tersebut, Lilik Syaiful Ahmad, S.P., mengatakan bahwa banjir di Kelurahan Wates ini sudah terjadi sejak lama. Lilik berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah DIY maupun Kulon Progo untuk menyelesaikan masalah banjir ini.

“Wilayah ini sudah puluhan tahun kerap mengalami banjir setiap kali hujan turun. Kami berharap ke depan ada penanganan yang serius dari Pemkab Kulon Progo dan Pemda DIY. Kami juga berharap apa yang terjadi di sini bisa segera mendapatkan penanganan. Apabila kendalanya terkait tahun anggaran, nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan mekanisme yang baik.” jelas Lilik. 

Menanggapi hal tersebut, Hastiyono sebagai Analisis Pengelolaan Sumber Daya Air dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) DIY mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera meninjau lokasi untuk dikaji lebih lanjut.

“Penanganan ini akan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam waktu dekat, kami akan meninjau langsung ke lapangan. Sungai yang menjadi kewenangan BBWSSO juga perlu dilakukan normalisasi karena terdapat cekungan. Nantinya, akan diterjunkan tim teknis dari BBWS untuk melakukan kajian lebih lanjut di lokasi.” ujarnya.

Dalam hal ini, Komisi C DPRD DIY menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan persoalan banjir di wilayah Terbah agar segera mendapatkan solusi konkret. Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah daerah DIY, serta BBWSSO diharapkan dapat mempercepat proses kajian teknis dan normalisasi sungai, sehingga permasalahan genangan yang telah berlangsung puluhan tahun dapat tertangani secara bertahap dan berkelanjutan. (njw/uns)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*