Jogja, dprd-diy.go.id – Senin (10/6/2019) di ruang rapat paripurna lantai 1 seluruh jajaran sekretariat, anggota dewan dan beserta wartawan unit DPRD DIY berkumpul dalam suatu acara Syawalan Keluarga Besar DPRD DIY Sekretariat DPRD DIY dan Wartawan unit DPRD DIY. Acara yang rutin dilakukan setelah selesainya puasa Ramadhan dan libur bersama kemudian disatukan dengan acara syawalan.
Memasuki acara Pembacaan Surat Al Quran Surat Al-Isyro’ ayat 78 – 82 oleh Laily Najmi Zahiro dan sari tilawah oleh Meylani. Kemudian sambutan dari pimpinan DPRD DIY Arif Noor Hartanto Wakil Ketua DPRD DIY dalam sambutannya menyampaikan agar jalinan silaturahmi tetap terus dijaga walaupun ada sebagian anggota DPRD tidak terpilih kembali maupun anggota DPRD yang masih diberi amanah. Ada yang kembali ke masyarakat atau kembali kepada profesi masing-masing. Demikian juga kepada Anggota DPRD yang berhasil dipilih menjadi anggota DPR RI diharapkan dapat menjalankan amanah rakyat dengan sebaik-baiknya. Ini adalah syawalan terakhir bagi anggota DPRD DIY periode 2014-2019.
Acara kemudian dilanjutkan pembacaan ikrar syawalan oleh perwakilan anggota DPRD termuda oleh Nur Sasmito dan kemudian penerimaan ikrar perwakilan anggota tertua Dharma Setiawan Wakil Ketua DPRD DIY.
Beranjak acara selanjutnya dalam kesempatan kali ini K.H. Henri Sutopo pengasuh Pondok Pesantren Krapyak menyampaikan Tausiah Syawalan. Secara garis besar ceramah beliau adalah bagaimana kita selalu menjaga hubungan baik kita di dunia ini baik sesama manusia maupun makhluk lain seperti tumbuhan dan binatang.
Ukhuwah ubudiyah adalah ukhuwah sesama makhluk Allah SWT sebagaimana yang tertuang dalam Surat Al-Hadiid ayat (1) yang artinya “Semua yang berada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dan dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sedangkan Ukhuwah Insyaniyah sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Hujuraat ayat (13) yang artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulai antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenai.”
Kisah yang sudah kita kenal dalam Alquran Bagaimana Nabi Sulaiman yang menjaga langkahnya dikala ada semut yang bergerombol and Nabi Sulaiman menghargai dan menjaga langkahnya agar tidak menginjak semut tersebut. Walau ukuran semut itu sangat kecil dan mungkin tidak berarti namun Nabi Sulaiman mencontoh sesama makhluk agar selalu saling menghargai dan menjaga.
Di dunia selalu menjadi pribadi yang baik jangan mencari musuh kita selalu harus menjaga persatuan dan kesatuan kita harus menjaga antar sesama.
Dalam ukhuwah Insaniyah, Henri menekankan agar kita hendaklah selalu berbuat baik kepada sesama manusia tanpa melihat siapa yang membutuhkan pertolongan itu. “Kita tidak akan bertanya kepada orang yang membutuhkan pertolongan tersebut apa agamanya atau apa pun profesinya,” ungkap Henri. “Kita menolongnya karena sama-sama manusia.” Henri mencontohkan pengalamannya bagaimana tanpa sengaja dia pernah menolong seorang germo dan juga menolong anak tetangga beragama lain yang masuk ke comberan. (az/pat)


Leave a Reply