Komisi A DPRD DIY Dukung Inovasi Ketahanan Pangan dan Wisata Edukasi di Bangunharjo

Jogja, dprd-diy.go.id – Komisi A DPRD DIY melaksanakan Kunjungan Dalam Daerah ke Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul pada Kamis (8/5/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau pelaksanaan Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Dan Kelurahan.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mengimplementasikan perda secara optimal meskipun menghadapi berbagai tantangan. 

Salah satu upaya yang tengah dirintis adalah pembangunan ketahanan pangan di sektor pertanian yang dirancang sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi bertajuk Bangunharjo Agro Farm.

“Kami sudah mulai melakukan berbagai langkah untuk merealisasikan perda ini. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan pertanian yang ada agar tidak hanya berfungsi sebagai penguatan ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menarik wisatawan melalui konsep wisata edukasi,” ujar Nur Hidayat.

Namun demikian, Nur Hidayat juga mengakui bahwa terdapat hambatan yang dihadapi, seperti keterbatasan Dana Desa serta proses perizinan yang cukup kompleks. Meskipun begitu, pihak kalurahan tetap berkomitmen untuk menggali potensi lokal agar pembangunan tetap berjalan.

Menanggapi hal tersebut, Eko Suwanto, S.T., M.Si., selaku Ketua Komisi A mendukung penuh berbagai inisiatif yang telah dilakukan Kalurahan Bangunharjo. Di sisi lain, Ia menegaskan pentingnya keberanian dan inovasi dalam menggali potensi lokal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami mendukung penuh pemanfaatan lahan untuk sektor pertanian yang telah direncanakan. Namun, saya juga menekankan pentingnya kemandirian kalurahan. Perlu ada terobosan baru agar potensi yang ada bisa benar-benar dioptimalkan untuk meningkatkan PAD secara berkesinambungan,” ungkap Eko.

Lebih lanjut, Eko menyoroti pentingnya penentuan target pendapatan yang jelas agar kalurahan termotivasi dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. 

“Jika PAD meningkat, maka secara otomatis APBK juga bertambah, yang berdampak langsung pada peningkatan fasilitas dan berbagai kegiatan masyarakat,” tambahnya. (jhn/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*