Komisi C Tindaklanjuti Aduan Infrastruktur dan Pertanian di Kalurahan Pulutan

Gunungkidul, dprd-diy.go.id – Komisi C DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke Kalurahan Pulutan, Wonosari, Gunungkidul, pada Selasa (23/9/2025), untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait permasalahan infrastruktur dan pertanian. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Komisi C DPRD DIY, pejabat Dinas PUPR DIY, Balai Besar Wilayah Sungai Opak-Oyo (BBWSO), dan masyarakat setempat.

Lurah Pulutan, Rusmiyanto, S.IP, menjelaskan bahwa bendung “Dam Pulutan” yang dibangun pada tahun 1948 dan terakhir direvitalisasi pada tahun 1971 kini sudah tidak memadai. Kondisi saluran irigasi dan sungai yang kerap kering hingga empat bulan tanpa hujan menyulitkan petani dalam mengelola lahan pertanian. Ia berharap ada rehabilitasi bendung atau pembangunan ulang untuk meningkatkan pelayanan bagi petani.

Perwakilan BBWSO, Hastiono, menyebut bahwa sumur pompa yang dibangun pada tahun 1978 masih berfungsi baik, namun pengelolaannya perlu ditingkatkan. Sementara itu, Barjo dari Dinas PUPR Bidang Sumber Mineral dan Drainase menambahkan bahwa kombinasi irigasi lereng dan sumur pompa yang ada harus dirawat dengan baik agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Ketua P3A Mersudikani juga menyampaikan bahwa bantuan rehabilitasi rumah pompa dan saluran irigasi sepanjang 210 meter yang diterima tahun ini masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di Pulutan.

Dengan adanya kunjungan ini, masyarakat Kalurahan Pulutan berharap adanya perbaikan jalan inspeksi yang rusak karena kondisi tersebut sangat menghambat aktivitas pertanian maupun pariwisata. Mereka juga meminta pengembangan sistem irigasi yang lebih efisien serta upaya konservasi air untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumur tanah secara berlebihan.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Suharno, S.E., menegaskan bahwa persoalan air di Pulutan harus segera direspons. Ia meminta BBWSO untuk mengkaji kemungkinan pemberian sumur bor tambahan yang dapat membantu petani. 

“Masalah air menyangkut kelangsungan hidup petani dan perekonomian desa. Kami akan meminta BBWSO untuk mengkaji pemberian sumur bor tambahan serta mendorong koordinasi lintas instansi agar upaya penanganan segera dilakukan. Kami berharap langkah ini bisa memberi solusi jangka panjang bagi warga,” ujarnya.

Senada, Timbul Suryanto menyampaikan bahwa Komisi C berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat Pulutan hingga ke tingkat pembahasan kebijakan. 

“Perbaikan bendung, jalan inspeksi, dan peningkatan sistem irigasi tidak boleh tertunda karena sangat berdampak pada produktivitas pertanian dan peluang ekonomi lokal. Kami akan memastikan masukan warga Pulutan menjadi perhatian serius DPRD DIY dan pemerintah daerah, sehingga program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat nyata,” tegasnya.

Dengan adanya kunjungan kerja ini, Komisi C berharap persoalan infrastruktur dan pertanian di Kalurahan Pulutan dapat segera ditangani sehingga kesejahteraan masyarakat setempat meningkat dan aktivitas pertanian berjalan lebih lancar. (fni/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*