Bantul, dprd-diy.go.id – Komisi D DPRD DIY menilai pelestarian keris sebagai warisan budaya adiluhung Nusantara perlu terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat. Upaya tersebut penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai filosofis, sejarah, dan identitas budaya yang terkandung dalam keris sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi D, Anton Prabu Semendawai, S.H., M.Kn., saat melakukan pendalaman materi dan diskusi di Museum dan Galeri Keris SKM Yogyakarta bersama Sekretaris Komisi D, Muhammad Syafi’i, S.Psi., Rabu (5/6/2026).
Menurut Anton, Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat tradisi perkerisan di Indonesia. Karena itu, pelestarian keris tidak cukup hanya dilakukan melalui penyimpanan koleksi, tetapi juga harus diiringi dengan edukasi, regenerasi, dan penguatan ekosistem budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Keris bukan sekadar benda pusaka, tetapi merupakan warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan identitas bangsa. Karena itu, upaya pelestariannya harus dilakukan secara berkelanjutan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Anton.
Dalam kegiatan tersebut, Komisi D DPRD DIY memperoleh pemaparan langsung dari Pendiri dan Pengelola Museum dan Galeri Keris SKM Yogyakarta, Ki Arya Pandhu, mengenai perjalanan keris sebagai warisan budaya tak benda yang telah mendapatkan pengakuan UNESCO sejak tahun 2005 dan diinskripsikan secara resmi pada November tahun 2008.
Ki Arya Pandhu menjelaskan bahwa keris merupakan karya budaya yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga mengandung ajaran spiritual dan moral yang tercermin dalam setiap bagian serta bentuk fisiknya.
“Dengan demikian, keris tidak sekadar benda pusaka milik leluhur, tetapi telah diakui dunia internasional sebagai A Masterpiece of The Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai filosofi yang terkandung dalam keris mencerminkan nilai-nilai kehidupan, mulai dari hubungan manusia dengan Tuhan, kesabaran, keselarasan, hingga semangat kesatria dan kemanusiaan.
Keberadaan Museum dan Galeri Keris SKM Yogyakarta menjadi salah satu simpul penting dalam upaya pelestarian budaya. Selain menyimpan koleksi, museum tersebut juga berperan sebagai ruang edukasi publik dan penguatan komunitas pelestari tosan aji.
Wakil Ketua Komisi D menegaskan bahwa DPRD DIY akan terus memberikan perhatian terhadap upaya pelestarian budaya yang menjadi bagian dari keistimewaan Yogyakarta. Menurutnya, warisan budaya seperti keris harus ditempatkan sebagai aset strategis yang tidak hanya dijaga, tetapi juga dikembangkan agar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kebutuhan dan potensi pengembangan pelestarian keris di Yogyakarta. Dengan begitu, dukungan kebijakan yang diberikan dapat tepat sasaran dan mampu memperkuat ekosistem kebudayaan daerah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Komisi D berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, legislatif, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan keris sebagai warisan budaya adiluhung Nusantara yang tetap hidup, berkembang, dan relevan bagi generasi masa depan. (bin/lz)

Leave a Reply