Hadiri Rakordal Triwulan III Tahun 2025, Ketua DPRD DIY Dorong Transformasi Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Jogja, dprd-diy.go.id – Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2025 yang digelar di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (30/10/2025). Rakordal kali ini mengangkat tema “Transformasi Pariwisata DIY untuk Mendukung Perekonomian Daerah” yang menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua DPRD DIY menyampaikan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan fungsi pengawasan DPRD menjadi kunci dalam memperkuat arah pembangunan berbasis pariwisata berkelanjutan.

“DPRD DIY mendukung langkah transformasi pariwisata yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pariwisata harus berpihak pada pelaku lokal, membuka lapangan kerja, dan menjaga kelestarian budaya,” ujar Nuryadi di sela kegiatan.

Dalam Rakordal tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak hanya berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta memperkuat identitas budaya DIY.

“Transformasi pariwisata tidak cukup dengan menambah destinasi baru, namun perlu membangun sistem pariwisata yang tangguh terhadap krisis, ramah lingkungan, inklusif, dan berbasis budaya lokal,” ungkap Sri Sultan.

Gubernur menambahkan bahwa pengembangan pariwisata di masa depan harus terintegrasi dengan ekonomi kreatif, memanfaatkan teknologi digital di seluruh lini kepariwisataan, serta mengedepankan prinsip pariwisata hijau untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam paparannya menyampaikan capaian ekonomi makro DIY yang tumbuh positif sebesar 5,3% secara kumulatif pada 2025, dengan inflasi yang masih terkendali. Namun demikian, tren kenaikan inflasi di pertengahan tahun perlu diwaspadai agar tidak mengganggu daya beli masyarakat.

Terkait perkembangan pariwisata, Made menuturkan bahwa hingga Agustus 2025 terjadi peningkatan wisatawan mancanegara, meskipun secara keseluruhan jumlah kunjungan mengalami fluktuasi. Transformasi pariwisata, menurutnya, diarahkan menuju sistem yang berdaya saing internasional, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang DIY hingga 2045 yang maju, sejahtera, dan dijiwai oleh kebudayaan serta keistimewaan.

Upaya transformasi tersebut mencakup pembangunan destinasi budaya berkelanjutan, penguatan industri dan kelembagaan pariwisata, serta peningkatan kualitas SDM dan pemasaran yang inovatif. Fokus pengembangan diarahkan pada tujuh kawasan strategis pariwisata DIY, yaitu Gunung Merapi, Prambanan–Shiva Plateau, Sumbu Filosofi, Poros Mataram, Geopark Gunung Sewu, Pantai Selatan, dan Perbukitan Menoreh.

Rakordal ini turut menghadirkan narasumber Sigit Pramono Suroyo, pegiat seni, budaya, dan pariwisata, serta Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D., akademisi bidang arsitektur dan pariwisata dari UGM.

Menutup kegiatan, Ketua DPRD DIY menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat arah pembangunan.

“DPRD DIY akan terus mengawal agar kebijakan pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata, berpijak pada prinsip keistimewaan dan budaya lokal. Dengan kolaborasi yang solid, kita wujudkan DIY sebagai destinasi berkelas dunia yang unggul dalam budaya, pendidikan, dan inovasi,” pungkas Nuryadi. (cc/lz)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*