Hari Anak: Wujudkan Perlindungan Anak, Penting Libatkan Seluruh Pihak

Jogja, dprd-diy.go.id – Menjelang Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2022 mendatang, Kemenpppa telah menetapkan tema yakni ‘Anak Terlindungi Indonesia Maju’. Peringatan Hari Anak di DIY secara garis besar terdiri dari seminar atau webinar dan beberapa kegiatan peringatan lainnya.

Erlina Hidayati Sumardi, Kepala Dinas P3AP2 DIY mengatakan bahwa peringatan ini diisi dengan upaya penyadaran terkait perlindungan anak kepada semua pihak. Hal ini menjadi penting mengingat banyak permasalahan anak di sekitar yang membutuhkan peranan dari seluruh pihak.

Ia mengungkap sejak masa pandemi ini banyak permasalahan anak dalam keseharian. Permasalahan terkait kesehatan dan kekerasan sangat dekat dengan anak sejak rutin melakukan pembelajaran secara digital.

“Ketika pandemi Covid-19 (anak) sekolah di rumah dengan perangkat HP, ini kita sudah perkirakan bakal ada banyak masalah yang akan menimpa anak. Satu, dari kesehatan, ada kemungkinan kekerasan secara digital, korban pornografi,” ungkap Erlina.

Pada beberapa kasus dijelaskan kasus kekerasan dapat bermula dari pertemuan atau interaksi dengan orang baru secara digital. Interaksi tersebut dapat mengarah pada kemungkinan buruk orang lain untuk mengajak pertemuan langsung lalu melakukan kekerasan baik fisik maupun seksual.

“Pertemuan langsung ini sangat rentan, anak bisa dilecehkan secara langsung, anak bisa dijual dan terjadi human trafficking,” kata Erlina.

Menurutnya orangtua harus memberikan edukasi mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak dalam menggunakan gawai. Sangat penting anak diberikan pemahaman hal apa saja yang dapat membahayakan mereka.

“Pemerintah harus menyiapkan juga edukasi terhadap orangtua kepada guru bagaiamna pengawasan digital. Orang dewasa yang ada di rumah harus bisa mendeteksi dini anak kalau ada yang beda dari keseharian itu harusnya antena langsung dipasang ada apa, kemudian HP-nya juga dikontrol,” imbuh Erlina.

Retno Sudiyanti, Anggota Komisi A DPRD DIY juga merasakan resahnya dampak dari pembelajaran online anak. Ia memahami bahwa tidak semua orangtua dapat memahami sistem digital, namun upaya pengawasan hendaknya tetaplah harus dilakukan.

“Pasca Covid-19 anak-anak ikut terdampak, anak harus belajar online. Sementara tidak semua orangtua paham digital. Kami berterimakasih kepada DP3AP2 yang selalu memonitor perkembangan anak,” ungkap Retno.

Ia berpesan kepada seluruh orangtua agar dapat terus belajar menjadi orangtua terbaik bagi anak. Menurutnya pendampingan orangtua sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak.

“Menekankan kepada bapak ibu, dampingilah anak kita dari usia pertumbuhannya jangan pernah dilepas, jadi orangtua yang jadi teman, jadi sahabat, jadi orangtua yang jadi diri kita sendiri, jangan jadi orangtua yang ditakuti, karena nanti anak tidak pernah mau bicara sama kita,” kata Retno saat menjadi narasumber dalam talkshow Obrolan Pagi RBTV, Senin (18/07/2022).

Ditambahkan oleh seorang Praktisi Pendidikan, Sri Suratiyah bahwa upaya perlindungan anak ini membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, baik keluarga, masyarakat, sekolah, maupun pemerintah. Menurutnya orangtua harus terus belajar juga memberikan contoh teladan bagi anaknya.

“Anak yang tangguh kalau kita melihat anak yang tangguh, soal bagaimana anak bisa beradaptasi dengan zaman, anak yang mandiri bisa bergaul jadi anak percaya diri anak kreatif anak yang berkembang jadi pemecah untuk masalahnya sendiri,” ungkapnya.

Terkait pengawasan media digital pada anak, ia menekankan pentingnya orangtua sebagai filter. Sehingga anak bisa memahami kegunaan dasar gawai yang digunakan dan cara menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. (fda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*