Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan kunjungan daerah dalam rangka peninjauan lapangan ke destinasi wisata Kampung Satwa Moyudan, Kedung Benteng, Kelurahan Sumberagung, Moyudan, Kabupaten Sleman, Selasa (6/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pengelolaan destinasi wisata berbasis konservasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD DIY menilai Kampung Satwa Moyudan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi yang menggabungkan pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi warga.
Ketua Komisi B, Andriana Wulandari, SE, M. IP., menegaskan bahwa destinasi wisata daerah Yogyakarta, memiliki potensi besar untuk menggabungkan pelestarian ekonomi dan ekonomi warga.
“Pariwisata di DIY bersumber dari kekuatan budaya dan alam. Kampung Satwa Moyudan ini contoh bagaimana pariwisata bisa tumbuh dari masyarakat, berbasis konservasi, dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya
Lebih lanjut, Andriana menyoroti pentingnya transparansi anggaran, penguatan management destinasi, dan dukungan regulasi dari Peraturan Daerah (Perda) agar pengembangan desa wisata Kampung Satwa memiliki payung hukum yang jelas.
“Kami ingin mendengar apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. DPRD memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran, sehingga apa yang sudah berjalan baik bisa kami dukung dengan kebijakan yang tepat,” tambahnya.
Pengelola Kampung Satwa Moyudan, Hanif Kurniawan (Mas Heng), menjelaskan bahwa konsep dari wisata Kampung Satwa yang dikembangkan tidak hanya menampilkan satwa, tetapi juga mengedepankan edukasi pelestarian ekologi dan keseimbangan rantai makanan.
“Satwa seperti lebah madu, buaya, salamander, hingga beberapa mamalia yang masih ada keseberadaannya disini. Tujuannya bukan sekedar wisata, melaikan menjaga ekosistem agar tetap lestari,”ujarnya.
Hanif Kurniawan juga menyampaikan bahwa Kampung Satwa Moyudan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan komunitas.
“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan kampus, khususnya bidang biologi, agar pengelolaan konservasi berbasis riset dan tidak sekadar asumsi,” katanya.
Keunikan lain Kampung Satwa Moyudan adalah keberadaan burung-burung migran antarbenua yang singgah setiap akhir tahun, sehingga memberikan daya tarik tersendiri dibandingkan destinasi wisata lainnya di DIY.
“Kampung Satwa Moyudan menunjukkan bahwa pariwisata bisa menjadi titik temu antara pelestarian alam dan kesejahteraan warga. Ini yang perlu terus kita dorong,” Ujar Hanif Kurniawan pemiik Kampung Satwa Moyudan.
Kunjungan daerah Komisi B DPRD DIY ke Kampung Satwa Kedung Benteng, Moyudan, menunjukkan komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi di sektor pariwisata dan ekonomi. Kampung Satwa Moyudan dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata konservasi yang tumbuh dari inisiatif masyarakat dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
Melalui diskusi langsung dengan pengelola dan masyarakat, Komisi B menegaskan pentingnya penguatan regulasi, transparansi anggaran, serta pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah. Pengembangan Kampung Satwa Moyudan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga pada pelestarian ekologi, edukasi lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (arn/lz)

Leave a Reply