Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi C DPRD DIY melakukan peninjauan ke Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Tempel, Sleman, untuk menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai kondisi jalan provinsi, penerangan jalan umum (PJU), serta kebutuhan infrastruktur pendukung di wilayah tersebut pada Selasa (24/06/2025).
Lurah Sumberejo menyampaikan bahwa sejumlah permasalahan masih belum tertangani secara optimal, terutama terkait jalan berlubang, gorong-gorong tersumbat, minimnya PJU, serta belum adanya CCTV di titik rawan kecelakaan dan kejahatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran DPRD dan dinas terkait. Jalan provinsi di wilayah kami masih banyak berlubang, gorong-gorong di Gadingan tersumbat dan mengakibatkan air meluap ke jalan. Kami juga sangat membutuhkan lampu penerangan jalan dan CCTV untuk mencegah kecelakaan serta meningkatkan keamanan,” ujar Lurah Sumberejo.
Menanggapi aduan tersebut, Sekretaris Komisi C, H. Koeswanto, S.I.P., menyatakan bahwa kunjungan ini sebagai bentuk komitmen Komisi C dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Perwakilan Dinas PUP-ESDM DIY menjelaskan bahwa ruas jalan di Sumberejo merupakan bagian dari jalan provinsi sepanjang 21 km yang juga menjadi akses utama proyek Jalan Tol Jogja-Bawen, Seksi 6.
“Segmen Tempel–Gunungso merupakan ruas kerjasama pemeliharaan dengan pengelola tol. Kerusakan jalan dan gorong-gorong sudah kami koordinasikan, termasuk penambalan lubang dan perbaikan gorong-gorong di utara. Rencana peningkatan ruas ini juga sudah dikaji oleh Satker Perencanaan Jalan Nasional dan diajukan ke Balai Besar di Semarang,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan DIY menjelaskan bahwa pemasangan PJU di wilayah Tempel sudah dilakukan dua tahun lalu, namun sering terkendala oleh masalah lahan.
Anggota Komisi C, Haris Sugiharta, S.I.P., menegaskan bahwa wilayah Tempel-Klangon sebagai daerah perbatasan DIY–Jawa Tengah memang memerlukan perhatian lebih.
“Komisi C sangat merespon aduan dari masyarakat. Kami hadirkan langsung Dinas PU dan Perhubungan agar bisa mendengar langsung dan menjadikan aspirasi ini sebagai prioritas. Untuk penerangan jalan, masyarakat memang harus bersabar karena ruas ini masuk jalur strategis pembangunan tol Jogja–Bawen,” jelas Haris.
Ia juga menambahkan, “Kami mengapresiasi komunikasi dalam KDD hari ini. Komunikasi yang baik dan berkesinambungan penting agar perjuangan aspirasi masyarakat bisa berjalan optimal.” (uns/cc)

Leave a Reply