Komisi D Kunjungi BLK Ngawi Tingkatkan Peran BLK dalam Penyiapan SDM

Ngawi, dprd-diy.go.id – Jumat (9/10/2020) Rombongan Komisi D DPRD DIY dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai berkunjung ke Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (BLK) Ngawi, Jawa Timur. Pada sambutannya, Anton menyampaikan kunjungan ini untuk mempelajari peran BLK dalam menyiapkan sumber daya manusia potensial di Ngawi.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Ngawi, Yusuf Rosyadi di ruang pertemuan di kantor Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Ngawi.

Yusuf Rosyadi  menyampaikan, Visi : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Yang Handal, Profesional dan Berkualitas dan Misi :1.Skilling, 2.Re-Skilling, 3. Up Skilling.

BLK Ngawi memiliki 10 jenis pelatihan yaitu menjahit, bordir, otomotif , teknik las, desain grafis dan mobile program, sablon, tata boga, salon kecantikan, rias pengantin, dan bahasa.

Yusuf juga menjelaskan bahwa banyak animo pelatihan menjahit dibuka 160 pendaftar sampai 1000 orang yang mendaftar. Dibidang bahasa banyak mengambil Bahasa Taiwan dan Korea, minat bekerja di luar negeri juga lumayan. Untuk tenaga instruktur didukung dari BLK Provinsi Jawa Timur.

Sistem Rekrutmen di BLK Ngawi secara online dengan melakukan pengumuman melalui media sosial. Penerapan sistem online dari mulai pendaftaran online, seleksi online, dan pengumuman online.

Yusuf juga memberi tahu kegiatan BLK Ngawi ditahun 2020 terdiri dari Pelatihan Rias 16 Peserta, Pelatihan Menjahit 16 Peserta, Pelatihan Las 16 Peserta, Pelatihan Otomotif 16 Peserta, dan Pelatihan Salon Kecantikan 16 Peserta  (pelaksanaan pelatihan selama 20 hari).

Koeswanto Ketua Komisi D DPRD DIY menanyakan dampak pandemi untuk Dinas dan program-program lainnya.

Terkait dampak pandemi,  Yusuf Rosyadi menyampaikan Anggaran BLK Ngawi 2020 juga harus Refocusing Anggaran Dana APBD Jumlah Anggaran Rp 150.000.000 dan mendapatkan Dana DBHCT Jumlah Anggaran Rp 320.000.000.

Kita juga selalu menjaga kemitraan kami dengan Komisi III di DPRD Ngawi. Untuk program, kita juga mendapatkan bantuan dari pusat untuk pembangunan pasar oleh kementerian. Relokasi yang menjadi tantangan bagi kami, ujar yusuf.

Terkait fasilitasi, kita ada pelatihan yang dilakukan di BLK dan di luar BLK. Peralatan disediakan bila di dalam BLK, pelatihan di luar seperti pelatihan membuat keripik.  Peralatan tidak berikan seperti pelatihan menjahit di sini namun kalau berangkat dari pusat pelatihan dan peralatannya di berikan.

Selanjutnya Yusuf menjawab pertanyaan Umaruddin Masdar Anggota Komisi D menanyakan terkait PHK dan dinas membangun hubungan antara pekerja dan pengusaha. 

Yusuf menjelaskan kita juga mengatur CSR dari pengusaha-pengusaha untuk kita rekomendasikan kepada desa-desa membutuhkan seperti musrenbangdes di salah satu desa untuk membutuhkan pelatihan-pelatihan di desa. Untuk di Ngawi lebih didominasi oleh Petani jadi tidak terasa untuk pandemi ini, pabrik rokok juga tidak ada dirumahkan (PHK). 

Ngawi 140.000 kk harus dapat bantuan dari pusat dan kabupaten, dan setelah disisir semua sudah mendapatkan bantuan tidak ada yang tidak mendapat bantuan.

Imam Taufik Anggota Komisi D ingin mengetahui data pengangguran di Ngawi. 

Angka pengangguran terbuka 3,7 % tingkat pengangguran di Ngawi, juga menjadi PR ada 22.000 lulusan SMK yang harus disalurkan. Saat ini Kita juga selalu memperhatikan tren kebutuhan seperti sekarang pelatihan rias manten animonya tinggi, ujar Yusuf

Anton Prabu Semendawai Wakil Ketua DPRD DIY tertarik membahas bagaimana padat karya yang ada di Ngawi. 

Yusuf  untuk padaT modal kita sedang menyusun untuk program padat modal seperti lahan 1900 hektar sedang disiapkan. Untuk padat usaha, kita berkoordinasi rapat bersama Bank- Bank yang ada di Ngawi agar diberikan modal, namun Bank belum berani memberikan modal karena Bank melihat terlebih dahulu keberhasilan usahanya.

Hadir dalam kunjungan ini Basuki Murdowo Kepala Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas DIY dalam kesempatan ini menyampaikan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Ngawi (BLK) Ngawi memiliki keunggulan karena beberapa urusan disatukan di dalam satu dinas. Dari urusan Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga kerja (BLK) dalam satu atap maka proses sealur. Sehingga memudahkan dalam proses koordinasinya. 

Diakhir kunjungan, rombongan melihat langsung kegiatan yang ada di BLK Ngawi. Pada kesempatan tersebut rombongan melihat pelatihan rias yang sedang berlangusng dan pembelejaran otomotif yang tidak jauh dari kelas merias. (kwt)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*