Bantul – Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Belajar Modern di Sewon, Kabupaten Bantul, pada Rabu (24/09/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi layanan literasi dan pengembangan kreativitas masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Dalam kesempatan tersebut, pengelola Rumah Belajar Modern menjelaskan berbagai program yang pernah dijalankan.
“Dulu sebelum pandemi, kami masih punya anggaran untuk kegiatan berbasis sosial, seperti membuat kue, melukis di gelas, hingga keterampilan lainnya. Beberapa anak bahkan bisa mandiri berusaha dari keterampilan yang didapat di sini,” ungkap salah satu pengelola.
Namun, pasca pandemi, keterbatasan anggaran membuat sebagian program terhenti. Rumah Belajar Modern kemudian berupaya mempertahankan aktivitas dengan berkolaborasi bersama komunitas dan memaksimalkan potensi lokal.
“Kami ingin tetap menghidupkan kegiatan literasi berbasis aktivitas. Semua kegiatan masyarakat kami hubungkan dengan buku-buku yang ada di sini,” tambahnya.
Anggota Komisi D, Dra. Rita Nurmastuti, M.Pd., menanyakan terkait konsep “modern” yang diusung lembaga ini. Menjawab hal tersebut, pengelola menyebut bahwa modern tidak hanya bermakna digital, tetapi juga kolaboratif.
“Kalau dulu kami sempat memiliki deretan komputer untuk anak-anak, sekarang sebagian sudah rusak. Kami tetap berusaha menampilkan layanan modern dengan mengembangkan potensi yang ada melalui kerjasama dengan berbagai pihak,” jelasnya.
Komisi D juga menyoroti keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia, termasuk keamanan, kebersihan, serta keterbatasan anggaran untuk pengadaan buku baru. “Update buku tetap berjalan, dua minggu sekali kami usahakan ada koleksi baru. Tapi jumlahnya terbatas, tidak seperti sebelum pandemi,” kata pengelola.
Dalam kunjungan ini, Komisi D mendorong agar Rumah Belajar Modern dapat memperluas jejaring kerjasama, termasuk dengan pihak swasta melalui program CSR maupun lembaga perbankan nasional, untuk mendukung pengembangan literasi dan kreativitas anak.
Selain layanan literasi, Rumah Belajar Modern juga aktif menggelar kegiatan parenting, mendongeng, hingga pelatihan keterampilan sederhana. Saat ini kunjungan anak-anak rata-rata mencapai 20 orang per hari, dan jumlah meningkat signifikan saat ada kunjungan sekolah secara kolektif.
Komisi D DPRD DIY menilai keberadaan Rumah Belajar Modern sebagai inisiatif penting untuk penguatan literasi masyarakat sekaligus ruang kreativitas anak-anak. DPRD berharap dukungan anggaran maupun kolaborasi lintas sektor dapat terus menghidupkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (lia/lz)

Leave a Reply