Jogja, dprd-diy.go.id — Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Umaruddin Masdar, S.Ag., menghadiri sidang terbuka promosi doktor H. Syukron Arif Muttaqin, S.E., M.AP., yang digelar oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kehadiran pimpinan legislatif DIY ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, pada hari Rabu (14/01/2026).
Dalam sidang tersebut, H. Syukron Arif Muttaqin mempresentasikan disertasi berjudul “Kajian Potensi Kesenian Kubro Siswo dalam Penguatan Nilai Karakter Olahraga bagi Masyarakat Kabupaten Sleman.” Selain sebagai akademisi, H. Syukron juga dikenal sebagai Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman periode 2024–2029, setelah sebelumnya menjabat sebagai Anggota Komisi D DPRD DIY periode 2019–2024.
Penelitian ini berangkat dari kegelisahan terhadap dampak globalisasi yang dinilai semakin mempengaruhi pola aktivitas, nilai, dan karakter masyarakat. Melalui pendekatan yang melibatkan pelaku kesenian, masyarakat Sleman, serta pemangku kebijakan daerah, disertasi tersebut menegaskan bahwa kesenian tradisional Kubro Siswo memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas sosial dan membangun karakter positif lintas generasi.
Sidang promosi doktor ini dipromotori oleh Prof. Dr. Sumaryanti, M.S., dengan kopromotor dr. Novita Intan Arovah, M.P.H., Ph.D. Sementara itu, tim penguji dipimpin oleh Prof. Dr. Cerika Rismayanthi, M.Or., dengan Prof. Dr. Sumarjo, M.Kes. sebagai sekretaris, serta didukung penguji lainnya, yakni Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., dan Prof. Dr. Suharjana, M.Kes.
Umaruddin Masdar menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan konsistensi H. Syukron dalam mengangkat seni budaya lokal sebagai instrumen pembangunan karakter masyarakat.
“Penelitian ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Kesenian tradisional seperti Kubro Siswo tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga menjadi media efektif dalam membangun karakter, disiplin, dan sportivitas masyarakat,” ujar Umaruddin.
Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti pada ranah akademik, melainkan dapat diimplementasikan sebagai rujukan kebijakan daerah dalam penguatan pendidikan karakter berbasis seni dan olahraga.
“Kolaborasi antara dunia akademik, pelaku seni, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar nilai-nilai luhur budaya lokal tetap hidup dan memberi manfaat nyata bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sidang promosi doktor ini menjadi momentum penting dalam mendorong sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, guna membangun karakter bangsa yang kuat, berakar pada budaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (kru/uns)

Leave a Reply