Delegasi DPRD DIY Koordinasi Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Delegasi DPRD DIY yang dipimpin Rany Widayati melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Jakarta. Rombongan delegasi diterima oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dan Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal, Ferry Irawan pada Selasa (28/09/2021).

Rany Widayati menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari kunjungan kerja Delegasi DPRD DIY dalam rangka melakukan koordinasi terkait pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa membangkitkan perekonomian saat ini masih sangat sulit, namun demikian pemerintah terus berupaya menerapkan program-program untuk menggiatkan UMKM yang mana UMKM tersebut pada masa pandemi sangat terkena dampaknya. Perbaikan pertumbuhan ekonomi juga terjadi secara spasial yaitu perbaikan aktivitas ekonomi yang disertai dengan peningkatan permintaan global akan komoditas ekspor Indonesia. Hal tersebut mendorong perbaikan perekonomian di seluruh wilayah Indonesia.

Susiwijono Moegiarso menambahkan bahwa dari data pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 di beberapa wilayah Indonesia antara lain: Sumatera mengalami pertumbuhan sebesar 5,27 persen dan kontribusi mencapai 21,73 persen; Kalimantan mengalami pertumbuhan 6,28 persen dan kontribusi mencapai 8,21 persen; Sulawesi mengalami pertumbuhan 8,51 persen dan kontribusi mencapai 6,88 persen; Maluku dan Papua mencapai pertumbuhan 8,75 persen dan kontribusi mencapai 2,41 persen; Jawa mengalami pertumbuhan 7,88 persen dan kontribusi 57,92%; sedangkan Bali dan Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan sebesar 3,70 persen dan kontribusi mencapai 2,85 persen. Daerah-daerah tersebut apabila pertumbuhan lebih kecil dari pada kontribusi, maka diperlukan kucuran dana untuk pemulihan perekonomiannya termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah sangat konsen kepada pedagang kaki lima yang sampai saat ini masih terkena dampak PPKM.

Susiwijono Moegiarso menyampaikan juga tentang arahan Presiden RI dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2021, bahwa presiden menekankan pentingnya memanfaatkan momentum pandemi untuk mengakselerasi digitalisasi UMKM pangan hulu-hilir, yaitu dengan mendorong peningkatan peran UMKM pangan melalui optimalisasi digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas harga pangan dengan terobosan sebagai berikut:

  1. Menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga untuk mengatasi kendala produksi dan distribusi yang ada di daerah.
  2. Proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh produktif di tengah pandemi dengan cara meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, serta memperkuat sektor UMKM agar mampu bertahan dan dapat naik kelas.
  3. Meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, sehingga memiliki kontribusi yang semakin besar dalam menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah bekerja sama dengan Polda DIY serta Danrem sedang menerapkan bantuan langsung tunai kepada pedagang kaki lima di Daerah Istimewa Yogyakarta yang benar-benar belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali semenjak penerapan PPKM. (bs/az)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*