Jogja, dprd-diy.go.id – Hingga saat ini pembukaan destinasi wisata masih dilakukan uji coba dengan tujuan melihat kesiapan pelaku wisata dan wisatawan dalam menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah daerah dan seluruh pihak juga telah berupaya untuk melakukan percepatan vaksinasi untuk mencapai target yang ditetapkan.
Retno Sudiyanti, Sekretaris Komisi A DPRD DIY menyampaikan sejak adanya PPKM darurat hingga PPKM level 3 ini, pihaknya turun langsung ke lapangan mengawasi vaksinasi. Ia melihat sejauh ini banyak pihak yang terlibat langsung menyelenggarakan maupun membantu proses vaksinasi.
“Jadi gerakan serbu vaksin kita juga monitoring di lapangan itu sangat luar biasa sekali,” ungkap Retno.
Retno mengungkapkan bahwa antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin sangat luar biasa. Kendati demikian, menurutnya adanya kerumunan di beberapa lokasi vaksinasi harus menjadi evaluasi bersama.
“Tapi memang kita harus evaluasi juga itu muncul kerumunan, jadi pada saat pendaftaran mereka lupa gitu ya (menjaga jarak),” imbuhnya.
Ia berharap dari evaluasi nantinya tidak terjadi lagi kerumunan di lokasi vaksinasi. Retno berharap agar penyelenggara dan peserta vaksinasi dapat menyadari dan melaksanakan imbauan pelaksanaan protokol kesehatan.
Terkait dengan capaian vaksinasi di DIY, menurut Retno yang menjadi kendala percepatan adalah beberapa kriteria yang belum bisa divaksinasi. Kriteria tersebut adalah riwayat komorbid, penyitas Covid-19 yang belum bisa divaksin, serta anak di bawah 12 tahun.
“Vaksinasi ini sangat penting sekali supaya herd immunity kita sudah siap,” jelasnya.
Menurutnya herd immunity sangat penting dimiliki sebelum pembukaan pariwisata secara massal. Retno menambahkan agar para wisatawan yang masuk ke DIY harus dipastikan sudah melakukan vaksinasi agar tidak menimbulkan kasus baru.
“Nah untuk itu kita jangan lupa bahwa wisatawan yang datang ke tempat kita apakah sudah divaksin ini problem baru. Apabila ada wisatawan baik yang datang dari dalam maupun luar negeri itu kita dorong untuk vaksinasi,” imbau Retno.
Sementara Agus Rochiyadi, Direktur Marketing Badan Otorita Borobudur mengungkapkan pihaknya turut mengupayakan percepatan vaksinasi supaya tercipta herd immunity. Hal tersebut dilakukan dalam upaya melandaikan angka grafik kasus Covid-19.
“Sebenarnya kita lebih mendorong bagaimana supaya pandemi ini cepat selesai. Salah satunya yang dilakukan bagaimana dukungan dari DPRD dalam hal ini supaya kita melandaikan angka grafik dari pandemi,” ungkapnya.
Soal uji coba pembukaan wisata, kini DIY telah melakukan uji coba pembukaan 50 destinasi wisata. Agus mengungkapkan uji coba tersebut relatif berhasil dan mengacu sesuai protokol kesehatan.
“Di situ kita melihat bahwa uji coba (pembukaan wisata) relatif berhasil karena memang kita mendorong supaya daya tarik wisata selalu mengacu pada prokes (protokol kesehatan) yang sudah ditentukan, misalnya sertifikasi CHSE,” jelas Agus.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengingatkan agar seluruh pihak tidak abai dengan protokol kesehatan. Guna menurunkan kasus Covid-19, ia berharap semua orang yang sudah melakukan vaksinasi bahkan sampai dosis 2 agar tidak lengah.
“Yang menjadi perhatian kita sekarang tentu protokol kesehatan harus tetap dijaga. Prokes jangan abai walau sudah vaksin 2 kali begitu pula nakes dalam pelayanan tetap harus menggunakan prokes,” Pembajun menyampaikan harapannya.
Ia menyampaikan saat ini cakupan vaksinasi DIY sudah mencapai dosis 1 sebanyak 86,47% dan dosis 2 sebanyak 57% dari seluruh sasaran yang ditetapkan oleh Kemendagri. Menurutku capaian ini tidak lepas dari kerja sama legislatif dan eksekutif juga peran serta dari media.
“Saya sangat berterimakasih karena tanpa bantuan, tanpa kerja sama yang baik antara legislatif dan eksekutif juga media ini tidak akan bisa terjadi. Kita jadikan masyaralat ini sebagai subjek yang terus ikut berperan,” ungkapnya.
Menurut penjelasannya target awal vaksinasi DIY sudah terpenuhi, yakni hingga akhir Oktober sudah mencapai 70%. Sementara menurut estimasi capaian vaksinasi harian, diperkirakan pada Desember mendatang vaksinasi dapat mencapai 100%.
“Kemudian kalau menurut perhitungan kalau kita setiap hari bisa melakukan vaksinasi sebanyak 50 ribu, kalau kita bisa melakukan itu Insyaallah sampai sebelum akhir Desember kita sudah selesai kita bisa mencapai 100%,” jelas Pembajun.
Pembajun mengungkapkan bahwa untuk mencapai capaian tersebut tentu diperlukan kerja sama dari seluruh elemen. Ia juga berharap agar penyelenggara vaksinasi dapat memastikan ketersediaan vaksin dosis 1 dan dosis 2 serta data peserta vaksinasi yang harus diinput ke pedulilindungi.
“Jadi jangan sampai ini sudah mulai sudah ada dosis 1 tapi untuk dosis 2 tidak ada. Kedua adalah monitoringnya, masa menunggu terjadinya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) adalah seluruh peserta vaksinasi datanya harus dimasukkan ke pedulilindungi. Kami sekarang sedang mengevaluasi lagi,” tegasnya.
Ia menyatakan Dinas Kesehatan memerlukan kerja sama lintas sektoral. Bagi pihak yang dapat menyelenggarakan vaksinasi, Dinas Kesehatan bersedia mengakomodir kebutuhan vaksinnya.
“Kami akan siap membantu untuk mengakomodir kebutuhan vaksinnya dengan bundlingnya pastinya. Hanya pelaksanaannya harus dikoordinasikan dengan baik,” imbuh Pembajun. (fda)

Leave a Reply