Kendari, dprd-diy.go.id – Tahun ini peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 diselenggarakan di Sulawesi Tenggara (Sultra), yang puncak acaranya berlangsung pada 9 Februari 2022.
Paguyuban Masyarakat Yogyakarta (PMY) Sultra yang turut serta meramaikan kegiatan tersebut ikut melaksanakan pementasan wayang kulit di puncak acara HPN 2022.
Pementasan wayang kulit diselenggarakan di halaman RRI Kendari menampilkan dalang Ki Markum Noto Asmoro dengan lakon Bimo Suci. Penampilan seni tradisi ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Kendari dan juga Pemerintah Provinsi Sultra.
“Pementasan wayang kulit merupakan bentuk kecintaan kami terhadap seni tradisional Jawa, khususnya dari Ngayogyakarta Hadiningrat. Kami terus berusaha nguri-uri budaya di sini, meski jauh dari asal tapi tidak lupa dengan ibu begitu,” ungkap Zaenal Mustofa selaku Ketua Umum PMY dalam pertemuan dengan PWI DIY pada Senin (7/2/2022) malam.
PMY Sultra saat ini beranggotakan 75 orang namun akan terus berkembang di kabupaten lain di luar Kota Kendari. Mayoritas anggota paguyuban merupakan para pegawai pemerintahan, guru, pekerja swasta dan petani.
PMY Sultra berharap bisa mendapat bantuan peralatan berkesenian dari Pemda DIY yang diketahui selama ini konsern pada kebudayaan.
“Kalau bisa memang kami dibantu pengadaan alat seperti gamelan begitu. Selain itu juga pelatihannya, karena kami selama ini sering diminta tampil namun kurang percaya diri karena belum maksimal begitu latihannya. Kami berharap ada perhatian dari DIY sebagai ibu kami,” lanjut Zaenal.
Suwardi, Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY hadir langsung pada HPN 2022 menyampaikan komitmen untuk menjembatani aspirasi PMY Sultra yang mengharapkan perangkat gamelan.
Suwardi yang hadir langsung ke Kendari untuk menjadi saksi puncak HPN 2022 menyampaikan komitmen untuk menjembatani aspirasi PMY Sultra yang mengharapkan perangkat gamelan. Pemda DIY menurutnya memang berkonsentrasi pada pengembangan kebudayaan tak melulu di DIY namun untuk masyarakat Jogja di luar DIY.
“Beberapa waktu lalu kami juga hadir ke Sorong Papua untuk memberikan perangkat gamelan. Saya kira sangat mungkin PMY di Kendari ini mendapatkan gamelan untuk nguri-uri budaya kita. DIY memiliki Dana Keistimewaan dan unsur budaya masuk ke dalamnya. Insyaallah kami di DPRD DIY siap menjembatani hal ini,” tandasnya.
Suwardi berharap, masyarakat Yogyakarta di Sulawesi Tenggara membangun soliditas serta membawa kemanfaatan secara luas untuk sesama. Sinergitas dengan pemerintah setempat juga perlu dijalin untuk menjembatani kerjasama lanjutan bersama Pemda DIY.
“Kalau bisa jangan hanya gamelan saja, namun juga bagaimana masyarakat Yogya di Sultra bisa menjadi jembatan kerjasama dengan Pemda DIY. Kita punya Paniradya Kaistimewan juga Dinas Kebudayaan yang punya konsern besar pada hal-hal seputar kebudayaan juga lain-lain misalnya pariwisata, tambang atau bidang lainnya. Ini yang juga kami harapkan bisa terjalin, dimulai dari PMY Sultra,” pungkas Suwardi. (*)

Leave a Reply