Jogja, dprd-diy.go.id – Jalan provinsi di wilayah Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, dipastikan masuk dalam prioritas perbaikan melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada 2026 mendatang. Kepastian ini disampaikan dalam audiensi DPRD DIY bersama Pemerintah Kalurahan Wukirsari pada Selasa (23/9/2025), yang juga dihadiri perwakilan Dinas PUP-ESDM DIY. Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., menegaskan dewan siap mengawal agar rencana perbaikan benar-benar terealisasi demi menjawab aspirasi masyarakat.
Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, S.E., menjelaskan bahwa jalan yang dimaksud sudah beberapa kali disurvei, bahkan sempat ditambal, tetapi kondisinya tetap bergelombang dan membahayakan warga. Ia menuturkan bahwa masyarakat merasa kecewa karena jalan tersebut tidak kunjung mendapatkan penanganan serius.
“Lokasi itu pernah disurvei dua tahun lalu, mungkin karena COVID-19 jadi tidak jadi diperbaiki. Itu sudah ditambal kira-kira tiga kali, dan sekarang bergelombang. Bahkan warga sampai menambal sendiri pakai semen dan tanah,” ujar Susilo.
Ia menekankan pentingnya ruas jalan itu karena menjadi jalur utama menuju Pleret maupun Pasar Imogiri. Banyak warga yang bekerja di pabrik harus melintasi jalur tersebut setiap hari, sehingga kualitas jalan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi.
“Warga kami banyak yang bekerja di pabrik-pabrik, aksesnya lewat situ. Bahkan warga sampai bertanya, kenapa wilayah lain diaspal halus, tapi yang di Wukirsari tidak,” tambahnya.
Selain soal kerusakan jalan, Susilo juga menyoroti kebutuhan penerangan jalan umum (PJU). Menurutnya, kondisi jalan yang bergelombang dan minim pencahayaan telah menyebabkan kecelakaan berulang kali.
“Seminggu ini saja sudah ada empat kali kecelakaan karena jalan bergelombang dan gelap,” imbuhnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Tri Murtoposidi, S.E., S.T., memaparkan bahwa permasalahan jalan provinsi tidak hanya terjadi di Wukirsari, melainkan juga di sejumlah wilayah lain di DIY. Ia menyebut total ada 215 kilometer jalan provinsi yang saat ini tidak dalam kondisi baik akibat keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan.
“Saat ini ada 215 km jalan provinsi yang tidak dalam kondisi baik. Keterbatasan fiskal membuat pola pemeliharaan jalan tidak bisa dijalankan sesuai kaidah. Untuk perbaikan menyeluruh dibutuhkan sekitar Rp2,3 triliun agar kondisi mantap,” jelasnya.
Kendati demikian, Tri Murtoposidi memastikan bahwa ruas jalan di Wukirsari telah masuk prioritas perencanaan pembangunan melalui Detail Engineering Design (DED) yang akan disusun pada 2026 mendatang.
“Alhamdulillah, ruas bapak ini bagian dari yang diprioritaskan untuk DED tahun depan. Kalau sudah masuk DED, maka berpeluang besar untuk dikerjakan pada 2026,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., menegaskan bahwa DPRD DIY akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat agar rencana perbaikan benar-benar terealisasi. Ia menekankan pentingnya peran dewan sebagai penyambung suara rakyat yang harus memastikan kebutuhan warga terakomodasi dalam kebijakan pembangunan.
“DED oke, ya? Tahun 2026 kita berjuang agar ini bisa terealisasi. Saya juga sudah sampaikan ke Komisi C, DED Sampakan–Singosaren tolong diprioritaskan, karena kami menerima aspirasi dari masyarakat,” kata Nuryadi.
Terkait usulan penerangan jalan umum, Didik menambahkan bahwa hal tersebut bisa dimasukkan bersamaan dengan program peningkatan jalan. Namun, jika belum masuk tahap peningkatan, kewenangan berada di Dinas Perhubungan.
“Kalau pekerjaannya peningkatan jalan, maka LPJU bisa sekalian include. Namun jika kondisinya seperti sekarang, kewenangannya ada di Dinas Perhubungan. Masukan terkait 28 titik sudah kami catat, semoga bisa diakomodir,” jelasnya.
Audiensi ini ditutup dengan komitmen bersama antara DPRD DIY, Dinas PUP-ESDM dan Pemerintah Kalurahan Wukirsari. Harapannya, langkah nyata segera diambil agar kerusakan jalan dan minimnya penerangan tidak lagi mengancam keselamatan warga serta dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat. (dta/lz)

Leave a Reply