Bantul, dprd-diy.go.id – Komisi B DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Panggungharjo, Sewon, Bantul, Jumat (19/9/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan KDMP sebagai bagian dari program nasional penguatan koperasi desa serta menyerap aspirasi pengurus dan anggota.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, S.E., M.I.P., menyampaikan bahwa KDMP Panggungharjo menjadi contoh penting transformasi dari koperasi warga biasa menjadi koperasi desa resmi.
“Koperasi Merah Putih adalah program pusat. Panggungharjo menjadi salah satu tujuan kunjungan karena berhasil bertransformasi menjadi koperasi desa resmi. Komisi B akan mengawal pelaksanaannya, terutama terkait pembinaan dan penguatan sumber daya manusia. Kami ingin memastikan koperasi ini berjalan sehat, mandiri tanpa hutang, dan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, dari data terakhir baru ada 51 koperasi berbadan hukum di DIY. Penguatan kelembagaan dan pendampingan diperlukan agar koperasi-koperasi desa dapat tumbuh kuat dan berkelanjutan. Komisi B juga menerima keluhan terkait beras unggulan lokal yang belum terserap sebagai pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan berkomitmen menjembatani kerja sama dengan Pemda maupun pihak terkait.
Ketua KDMP Panggungharjo, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa KDMP merupakan pengembangan dari Koperasi Warga Desa Nusantara. Produk utamanya saat ini adalah sabun lokal dan beras Bawal, hasil budidaya warga. Agus, pengurus KDMP lainnya, menambahkan bahwa legalitas koperasi telah rampung pada akhir Mei setelah proses RAT rutin sejak 2022.
“Modal awal kami Rp100 juta dan hingga kini belum berhutang ke perbankan. Target anggota hingga akhir Oktober adalah 200 orang,” ujarnya.
Lurah Panggungharjo, Ari Suryanto, mengungkapkan dukungan pemerintah desa dengan menyiapkan lahan seluas 1 hektare untuk dikelola koperasi.
“Kami mendorong penguatan kelembagaan dulu, lalu mengkaji potensi lokal yang bisa diprioritaskan. Usaha koperasi tidak boleh mengganggu perekonomian yang sudah berjalan, tapi justru memperkuat ekosistem lokal,” jelasnya.
Pihak kelurahan juga membuka peluang kerja sama dengan Institut Seni Yogyakarta untuk membuat galeri terbuka produk furnitur serta mensinkronkan KDMP dengan program MBG. Ketua Satgas KDMP Bantul, Fenty, menegaskan bahwa anggota didorong mencapai 150–200 orang agar potensi desa dapat dioptimalkan.
“Dengan keuntungan yang dibagi sebagai SHU, kami berharap koperasi ini bisa menggerakkan ekonomi dan menumbuhkan desa,” ujarnya.
Komisi B menegaskan akan terus memantau perkembangan KDMP Panggungharjo, mulai dari instruksi awal hingga kelembagaannya, agar koperasi ini benar-benar menjadi instrumen penguatan ekonomi kerakyatan. Dua toko sembako KDMP yang sudah beroperasi di Jalan Parangtritis disebut sebagai langkah awal untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (cc/lz)

Leave a Reply