Komisi B Dengar Aspirasi Petani Sumber Rejeki Sleman Terkait Pupuk dan Alat Pertanian

Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta mendengarkan langsung aspirasi petani Kelompok Tani Perkebunan Sumber Rejeki, Selomartani, Kalasan, Sleman, terkait kebutuhan pupuk dan alat pertanian dalam kunjungan lapangan pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi DPRD untuk meninjau potensi sekaligus kondisi terkini sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Sleman.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, S.E., M.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian dan perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Kabupaten Sleman, terutama sebagai penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Kami mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki dalam mengelola perkebunan tembakau dan kelapa. Melalui kunjungan ini, kami ingin menggali lebih dalam tantangan yang dihadapi petani agar dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Kelompok Tani Sumber Rejeki, yang telah berdiri sejak tahun 1977, menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya kebutuhan akan alat pertanian seperti traktor, perbaikan sistem irigasi, serta perhatian terhadap harga pupuk yang dinilai masih memberatkan petani.

Perwakilan kelompok, Muhammad Basir, menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat memberikan dukungan nyata bagi keberlanjutan sektor pertanian.

“Kami berharap pemerintah memberi perhatian lebih, terutama dalam penyediaan alat pertanian dan pengaturan harga yang lebih adil bagi petani,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD DIY, Yan Kurnia Kustanto, S.E., menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan anggaran sektor pertanian.

“Kami akan memastikan anggaran dan kebijakan yang ada lebih berpihak kepada petani, agar mereka dapat berkembang dan sektor pertanian menjadi lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, kelompok tani juga menyarankan agar pemerintah daerah lebih mengoptimalkan program pendampingan, seperti penyuluhan teknologi pertanian modern serta pelatihan pengolahan pupuk organik. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, kelompok tani dan masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan di lapangan.

Kunjungan ditutup dengan diskusi yang berlangsung produktif. Seluruh pihak berkomitmen untuk mempererat kerja sama demi kemajuan sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Sleman. Dengan dukungan kebijakan dan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani, diharapkan sektor pertanian dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah. (li/dta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*