Komisi D Tekankan Optimalisasi Penyaluran MBG di Madrasah

Sleman, dprd-diy.go.id – Komisi D DPRD DIY mendorong pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di madrasah dilakukan secara lebih optimal dan sesuai dengan prosedur keamanan pangan. Hal ini disampaikan dalam rapat yang dilakukan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY serta perwakilan madrasah, Jumat (31/10/2025), menanggapi insiden keracunan makanan yang sempat terjadi dan berdampak pada kegiatan belajar mengajar.

Ketua Komisi D, RB. Dwi Wahyu B., S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya proses produksi makanan dilakukan langsung di sekolah. 

“MBG seharusnya menempel di sekolah, artinya makanan diproduksi di lingkungan madrasah. Hal ini penting untuk mencegah kasus keracunan seperti yang terjadi sebelumnya, karena peristiwa semacam itu sangat menghambat proses pembelajaran,” tegasnya.

Kepala Sekolah MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno, M.A., mengungkapkan bahwa jumlah siswa madrasah yang menjadi penerima program MBG cukup besar dan perlu pengawasan yang ketat. 

“Jumlah siswa mencapai 859 orang dengan tenaga pengajar sekitar 90 guru. ujarnya.

Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY menambahkan bahwa total terdapat 681 madrasah dari jenjang TK hingga SMA di wilayah DIY. Dari jumlah tersebut, sebanyak 430 madrasah atau sekitar 64,2 persen telah menerima program MBG. 

“Kami terus berupaya memperluas cakupan program agar seluruh madrasah bisa mendapatkan manfaat, namun dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kualitas makanan,” jelasnya.

Komisi D DPRD DIY menilai, kerjasama lintas instansi perlu diperkuat agar pelaksanaan program MBG tidak hanya meningkatkan asupan gizi peserta didik, tetapi juga menjamin keamanan konsumsi pangan di seluruh madrasah penerima bantuan. (nia/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*