Kreativitas Perempuan Jurug, KWT Rahayu Sulap Tempe Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Bantul, dprd-diy.go.id — Kreativitas perempuan di Dusun Jurug, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, tercermin melalui kiprah Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahayu yang berhasil menyulap tempe menjadi produk bernilai tambah dan penggerak perekonomian lokal. Inovasi olahan tempe tersebut ditinjau langsung dalam agenda kunjungan kerja dalam daerah Komisi B DPRD DIY pada Senin (22/12/2025), sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat serta pengembangan sektor pertanian dan pangan berbasis lokal.

Berpijak pada kondisi mayoritas warga Dusun Jurug yang berprofesi sebagai produsen tempe, KWT Rahayu tidak hanya memproduksi tempe mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi berbagai produk bernilai tambah. Sejumlah produk unggulan yang dikembangkan antara lain kue kering berbahan dasar tempe seperti cookies, brownies, hingga eggroll.

Ketua KWT Rahayu, Sumarni, menjelaskan bahwa inovasi tersebut mulai dikembangkan sejak tahun 2009. Upaya diversifikasi produk dilakukan setelah para produsen tempe mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul.

“Mayoritas warga Jurug memang berprofesi sebagai produsen tempe, dan kami ingin mengembangkan produk yang lebih beragam,” ujarnya.

Keberhasilan KWT Rahayu mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dr. Danang Wahyu Broto, S.E., M.Si. Ia menilai KWT Rahayu sebagai kelompok yang inspiratif karena mampu mengoptimalkan keterbatasan yang ada.

“Meski dengan minimnya lahan dan anggaran, mereka mampu memperoleh pendapatan yang luar biasa dan bahkan menarik minat wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Danang juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas sayur dan buah lokal yang memiliki potensi ekonomi besar di daerah. Menurutnya, langkah yang dilakukan KWT Rahayu sejalan dengan upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.

KWT Rahayu pun menjadi bukti bahwa kerja keras, kreativitas dan kolaborasi dapat menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. (fni/dta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*