Jogja, dprd-diy.go.id – DPRD DIY mendukung pengembangan jamu sebagai warisan budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan dalam audiensi terbuka bersama Dewan Jamu DIY yang turut dihadiri oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi S.Pd., Ketua Komisi B, RB. Dwi Wahyu B., S.Pd., M.Si., Ketua Komisi D, Andriana Wulandari, S.E., M.IP serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah dan komunitas terkait pada Jumat (24/04/2026).
Ketua Dewan Jamu DIY, Pof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR., mengatakan bahwa Dewan Jamu DIY saat ini memiliki sekitar 100 anggota yang aktif menggelar berbagai kegiatan, mulai dari seminar, pelatihan, workshop, hingga pameran untuk mempromosikan keunggulan jamu bagi kesehatan.
“Khasiat yang terkandung pada jamu itu luar biasa. Minum jamu membuat tubuh semakin sehat dan produktif sehingga kami pun ingin menghidupkan kembali budaya minum jamu di DIY,” ujarnya.
Dewan Jamu DIY juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Fakultas Farmasi UGM untuk memperkuat pengembangan jamu berbasis ilmu pengetahuan dan kesehatan. Selain itu, Dewan Jamu DIY juga menyampaikan sejumlah usulan guna mendukung keberlangsungan organisasi dan pengembangan jamu di DIY.
Menanggapinya, Ketua Komisi D DPRD DIY menekankan pentingnya arah pengembangan yang jelas. Menurutnya, Dewan Jamu DIY perlu menyusun blueprint agar jamu dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami ingin Dewan Jamu memiliki konsep yang matang. Jamu ini akan diarahkan ke mana, apakah untuk pelestarian, pemberdayaan, atau keduanya. Dengan konsep yang jelas, kami bisa mendorong hingga ke tingkat kebijakan,” jawab RB. Dwi Wahyu B., S.Pd., M.Si.
Senada dengannya, Ketua Komisi B DPRD DIY menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung pelaku usaha jamu, khususnya dalam hal perizinan dan legalitas.
“Jamu bukan hanya soal budaya saja, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Kami siap mengawal kemudahan perizinan dan membantu mengatasi kendala yang dihadapi pelaku usaha,” tambah Andriana Wulandari, S.E., M.IP (njw/uns)

Leave a Reply