Jogja, dprd-diy.go.id – Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, S.E., M.I.P., bersama Perwakilan Dinas Pariwisata DIY, R. Arinta Kurnia B., menerima kunjungan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana dalam kegiatan “Budaya Aksi Berdaya: Menimbang Transformasi Pariwisata Berbasis Komunitas dan Berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta” pada Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda akademik mahasiswa dalam mempelajari implementasi pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas peran pemerintah daerah dalam mendukung sektor pariwisata yang berorientasi pada pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Andriana menyampaikan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, pengembangannya harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
“Pariwisata berkelanjutan harus tumbuh bersama masyarakat dan tetap menjaga identitas budaya lokal,” ujarnya.
Andriana menambahkan bahwa Yogyakarta memiliki kekuatan utama pada potensi budaya dan partisipasi masyarakat yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata.
“Ketika masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan pariwisata, maka akan muncul rasa memiliki terhadap destinasi tersebut. Ini penting agar keberlanjutan pariwisata tetap terjaga dan masyarakat memperoleh dampak ekonomi secara langsung,” katanya.
Selain itu, Andriana menilai kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk menghadapi tantangan industri pariwisata yang semakin dinamis. Kehadiran mahasiswa dalam kunjungan akademik tersebut dinilai menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman terkait pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pariwisata DIY, R. Arinta Kurnia B., memaparkan sejumlah strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan Pemda DIY, mulai dari penguatan desa wisata, pengembangan ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam promosi pariwisata.
“Kolaborasi dan inovasi menjadi kunci pengembangan pariwisata yang adaptif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa transformasi sektor pariwisata saat ini menuntut adanya inovasi yang mampu menjawab perubahan tren wisatawan, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas Yogyakarta.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait tantangan pengelolaan pariwisata di era digital, penguatan kapasitas masyarakat di desa wisata, hingga upaya menjaga keberlanjutan destinasi wisata di tengah meningkatnya jumlah wisatawan.
Para mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai peran DPRD DIY dalam fungsi pengawasan dan penganggaran untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Kunjungan akademik ini diharapkan mampu memberikan pengalaman dan wawasan langsung kepada mahasiswa mengenai strategi pembangunan pariwisata berbasis komunitas yang diterapkan di Yogyakarta. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. (uns/cc)

Leave a Reply