Dari Rak Buku ke Tepi Pantai, FTBM Bantul Gagas Kemah Literasi Bertema Lingkungan

Jogja, dprd-diy.go.id – Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Bantul menggelar audiensi dengan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (19/5/2026) guna menyampaikan rencana penyelenggaraan Kemah Literasi bertema lingkungan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi upaya memperkuat budaya baca masyarakat sekaligus menanamkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Audiensi diterima oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Umaruddin Masdar, bersama perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) DIY.

Rencananya, Kemah Literasi akan diselenggarakan di kawasan Pantai Goa Cemara, Bantul. Berbeda dengan kegiatan literasi pada umumnya, kemah ini akan mengangkat tema literasi lingkungan melalui berbagai aktivitas edukatif, salah satunya pelepasan tukik sebagai bentuk kampanye konservasi alam.

Wakil Ketua FTBM Bantul, Sri Suratiyah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan anggota internal FTBM Bantul, tetapi juga mengundang FTBM dari kabupaten dan kota lain di DIY. Seluruh taman bacaan masyarakat dari 17 kapanewon di Kabupaten Bantul direncanakan ikut berpartisipasi dengan jumlah peserta sekitar 100 orang.

Selain itu, Penasihat FTBM Bantul, Saiful Hadi, mengusulkan agar kegiatan kemah turut dilengkapi dengan pertunjukan kesenian lokal. Menurutnya, kolaborasi antara literasi dan seni budaya dapat menjadi ruang edukasi sekaligus apresiasi budaya bagi masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, FTBM Bantul juga menyampaikan sejumlah kendala, terutama terkait pendanaan kegiatan. Meski pelaksanaan direncanakan pada Juni 2026, waktu pelaksanaan masih menunggu kepastian dukungan dari berbagai pihak.

FTBM Bantul berharap kegiatan tersebut dapat memperoleh dukungan berupa bantuan anggaran, kolaborasi program, hingga publikasi yang lebih luas agar manfaat kegiatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih optimal.

Menanggapi hal tersebut, Umaruddin Masdar memberikan apresiasi atas inisiatif FTBM Bantul dalam mendorong penguatan budaya literasi di DIY.

“Gerakan literasi seperti ini perlu terus didukung karena tidak hanya meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan lingkungan. Yogyakarta memiliki tradisi literasi yang kuat, dan komunitas seperti FTBM menjadi bagian penting dalam menjaga semangat tersebut,” ujar Umaruddin.

Ia juga mendorong agar perangkat daerah terkait, khususnya DPAD DIY, dapat memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsinya dalam pengembangan perpustakaan dan budaya baca masyarakat.

Sementara itu, Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY, Dewi Ambarwati, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa DPAD DIY saat ini juga tengah menyiapkan festival literasi yang akan melibatkan FTBM dari berbagai daerah. Selain itu, DPAD DIY baru saja menyalurkan bantuan buku kepada 15 perpustakaan desa dan lima taman bacaan masyarakat dalam rangka peringatan Hari Jadi DIY.

Perwakilan Dispora DIY, Sumitro Yuwono, S.I.P., M.I.P., turut menegaskan komitmen Dispora DIY dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat melalui berbagai program kepemudaan dan pendidikan di daerah. (bin/cc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*