DPRD DIY Dukung ACT DIY

Jogja, dprd-diy.go.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY mendatangi DPRD DIY untuk melakukan audiensi pada Rabu (15/09/2021). Diterima oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi, audiensi turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial.

ACT DIY menyampaikan program kerja sama yakni penyaluran bantuan berupa oksigen, bantuan pada anak yang orang tuanya korban meninggal karena Covid-19, Alat Pelindung Diri (APD), pemberian sembako, percepatan vaksinasi, mencari mitra untuk pengadaan ambulans dan bantuan UMKM.

“Berawal dari bencana-bencana yang terjadi di DIY seperti bencana gempa di Bantul dan dibuatlah rumah tahan gempa selain di bidang kebencanaan dan penanggulangan kemiskinan. ACT juga memberikan bantuan terdampak Covid-19 dan bantuan ke luar negeri. Tujuan didirikannya ACT yaitu untuk silaturahmi, bisa bersinergi dengan pemerintah dan membuka akses celah kedermawanan. Kantor pusat ACT pusat berada di Jakarta dan cabang Jogja didirikan pada 2014,” jelas Nasrudin, Head Patnership ACT DIY.

Lebih lanjut M. Nur Aris dari ACT DIY menyampaikan bahwa selama 6 tahun berdiri di Yogyakarta, ACT telah menyebar relawan di beberapa kabupaten dan Kota Yogyakarta. Ia menyampaikan rencana ACT DIY untuk dapat bekerjasama dengan pemerintahan.

“Selama 6 tahun di Jogja, banyak kegiatan dilakukan di Gunungkidul, namun sekarang di Sleman, Bantul dan di kota kami ingin membantu PKL dan porter stasiun. Dalam tujuan kegiatan tersebut kami ingin sinergis dengan lembaga di pemerintahan,” ungkap Aris.

Fauzi Husada, Head Volunteer ACT DIY menambahkan, “Kami juga setiap hari mengirim kurang lebih 150 orang di Sleman dan Bantul yang disebar di 4 hingga 5 titik.”

Nuryadi sangat mendukung kegiatan yang dijalankan oleh ACT DIY, “Dengan melihat situasi yang sedang terjadi seperti serkarang, tidak hanya pemerintah yang bergerak. Ini baik sekali, karena saling melengkapi,” ungkapnya.

Aris menambahkan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah pasti mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Menurutnya dalam situasi seperti saat ini bantuan yang diberikan seharusnya dapat menjangkau lebih luas di luar data dari DTKS.

“Memang benar bahwa bantuan yang diberi mengacu pada DTKS. Tetapi dalam situasi seperti ini perlu kreativitas dengan menyampaikan untuk melihat kiri kanan. Berkaitan dengan kebencanaan Covid-19, kami membantu di shelter-shelter yang ada. Meski sekarang sudah sepi, tapi tetap standby untuk menghadapi segala kemungkinan,” ungkapnya.

Selain itu, Subakir dari Dinas Sosial juga menanggapi dan memberi dukungan terkait kegiatan kerjasama yang dilakukan oleh ACT. Ia mengapresiasi adanya ACT yang turut membantu Dinas Sosial dalam mencukupi para relawan dan distribusi bantuan.

 “Terkait dengan air, kami droping air di Seluruh DIY. Memang tidak bisa memenuhi semua kebutuhan, oleh karena itu keberadaan ACT bisa untuk saling melengkapi dan bersinergi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Juga kebutuhan logistik lainnya. Relawan kami (Tagana) saat ini juga sedang bergerak di semua lini, dan kita sudah sering bertemu di lapangan, yang terpenting adalah masyarakat DIY bisa terlayani dengan baik dengan segala kondisi yang ada,” imbuhnya.

Nuryadi turut memberikan apresiasi kepada tim ACT DIY yang telah membantu masyarakat terutama pada masa pandemi seperti saat ini. Ia berharap forum lembaga kemanusiaan lainnya juga dapat dikembangkan lebih luas.

“Forum ini sebagai informasi awal, untuk ada forum yang lain yang lebih detail lainnya. Dengan forum yang lebih luas. Data masyarakat terdampak saat ini masih perlu update dimana DTKS saat ini tidak lagi relevan untuk menjadi acuan penerima bantuan. Harapannya, forum lembaga kemanusiaan ini bisa dikembangkan lebih luas,” ungkap Nuryadi sekaligus menutup audiensi yang tengah berlangsung. (her)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*